Oleh: Ruth | Januari 26, 2012

Dari Bandung Berharap Cantik dan Langsing

Rasa nya memang berat untuk memulai sesuatu. Seperti halnya untuk menulis di blog ini lagi. Namun seberat apapun toh kulakukan juga karena aku nggak tahu harus curhat kepada siapa hehehe… lebih bijaksana bila aku nggak terlalu banyak omong tentang kegiatanku selama dua hari di Bandung.

Tahun ini, Kantorku BPN Kota Salatiga mengadakan wisata ke Bandung bersama keluarga masing-masing, selama dua hari. Kami serombongan 3 bis berangkat dari Salatiga Hari Jumat Tanggal 20 Januari 2012 pukul 18.00 WIB. Sabtu pagi jam 6 kami sudah memasuki obyek wisata pertama yaitu Pemandian Air Hangat Sariater di Ciater, Jawa Barat.

Tanpa ragu-ragu kuceburkan seluruh tubuhku bersama seluruh pakaian yang melekat di tubuhku… seger. Aku suka banget berendan di kolam renang air hangat seperti itu. Jadi just for the reason aja klo hal itu aku lakukan karena harus menemani si bungsu Dik Abin. Sebetulnya aku yang lebih antusias nyebur dari pada Dik Abin sendiri..hehehe.

Aku berharap agar seluruh sel kulit matiku tergerus air belerang yang konon bisa berkhasiat menyembuhkan semua penyakit kulit… dan pastinya berharap kulitku jadi mulus..hiks tapi emang benar setelah keluar kolam dan mandi bilas.. rasanya walau tanpa scrab.. seluruh sel kulit matiku terangkat waktu aku menggosokkan sabun keseluruh permukaan kulit.

Selesai di Ciater, banyak penjual Strawbery, Rasbery dan Blue Bery (kecuali BlackBerry hehehe) pastinya aku beli banyak karena.. suka liat buah yang so charming itu. Sepanjang perjalanan ke Obyek wisata kedua Gunung Tangkuban Perahu.. aku buat camilan. Aku berharap mendapatkan banyak khasiat dari buah asem tersebut yang konon benyak mengandung antioksidan yang dapat memperlambat efek penuaan hehehe… maunya.

Anehnya di Tangkuban Perahu aku dapati Strawberry dan Rasberry yang manis nya nggak ketulungan. usut punya usut e… ternyata udah di rendem dengan air gula dulu ahhhhhhhh… apa sich di Negeri ini yang nggak dipalsukan??? semoga khasiatnya tetep ada, aku lahap aja pokoknya.

Di obyek ketiga Maribaya aku udah nggak konsent ke wisata lagi, karena ingat akan missi utamaku.. Kebetulan anak dan suami juga kecapek an sehingga pules di bis. Setelah penumpang lain keluar bis tanpa ragu-ragu aku berkompromi kepada guide dari travel biro tentang niatku untuk memisahkan diri dari rombongan begitu sampai di obyek ke-4 yaitu Cibaduyut di Kota Bandung. Aku bilang ke dia akan ke Bandung Super Mall (BSM) ada perlu, nanti aku langsung menuju ke hotel begitu acaraku selesai tanpa ikut makan malam bersama… sepanjang perjalanan ke Cibaduyut kenapa deg-deg an ya… hmmm..

Begitu rombongan tiba di Cibaduyut, aku jalankan semua rencanaku, yang tentunya keluargakupun sudah mengetahuinya. Mas Nunu Suamiku aku beri serentetan pesan, antara lain belikan Putri si Sulung sepatu jika ada yang cocok. Aku serahkan dik Abin ke gendongan suamiku. Aku bangunin dik Aci anak keduaku yang dari tadi pules. Setelah bersalaman dan cium pipi kanan kiri mas Nunu, aku segera mencari Taxi untuk meluncur ke BSM yang relatif dekat dari Cibaduyut.

Sesampainya di BSM waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, hujan rintik rintik menyambut langkahku. Aku bertanya kepada seorang satpam dimana letak Cafe EXELSO.. yang tentunya bukan ke situ tujuan utamaku namun di counter sampingnya. Ya Counter yang selama ini aku baca-baca promonya di koran, bahkan aku sudah buka websitenya, juga sudah bikin kencan dengan manajemennya untuk datang… “MARRIE FRANCE BODYLINE” .  Tempatnya para artis seperti Bunga Citra Lestari untuk merampingkan tubuhnya yang gendut setelah melahirkan, dan berhasil.

Saat aku liat web MFB, disitu ada menu chating dengan operatornya. Akhirnya saya di catat dan disarankan untuk mengikuti treatment nya. Dia bilang khusus bulan ini ada discount. Hari harga yang cukup tinggi, di discount menjadi 800 ribu rupiah, bagiku nilai tersebut masih terlalu tinggi, sehiggga bisa dikatakan bukan levelku sebenarnya, hehehe. Aku disambut oleh petugas front office, dan akhirnya disuruh masuk ke ruang konsultasi. Cewek berdarah Cina Bangka, berkulit putih mulus, ramah itu  langsung menerangkan seputar treatment yang akan dijalankan. Dia juga mengukur tubuhku, tinggi, berat, lingkar perut, lengan dan paha. Dia juga memberikan beberapa advice untuk mengatur pola makan dan olah raga. Aku masuk ke ruang treatment, dilakukan serangkaian proses dari pemijatan perut, masker emas 24 karat, disinari infra red sampai dengan pembalutan dengan perban dingin yang mengandung obat. Semua itu berfungsi untuk melarutkan lemak di perut dan kaki. Seluruh rangkaian treatment membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam. Setelah selesai akupun melihat tubuhku dari cermin, hmmm…ternyata perbedaannya secara fisik nggak nampak sama sekali…hehehe tapi kurasa aku jadi PD aja.. karena telah mengeluarkan kocek sebanyak itu dan masuk di lingkungan high class. Dengan naik taxi  aku ke hotel tempat rombongan menginap. Langsung anakku Putri berkomentar:  “kok nggak ada bedanya ma…”  menurutku juga begitu… ahh biarin aja, yang jelas sepulang dari MFB aku bertekat untuk memulai program diet tanpa malan gorengan, kurangin nasi… set up tiap pagi, jalan kaki , senam dua kali seminggu… tekad ku bulat untuk melangsingkan tubuh.
Hari kedua di Bandung full, wisata ke Trans Studio, yang potensi menguras kocek. Dari tiket masuk yang mahal sampai makanan yang dijual disitu… uhhhh… yang paling bikin jengkel dan emosi karena antrian dimana-mana selalu panjang. Waktu beli tiket, di wahana, di tempat makan sampai di toilet selalu antri. Belum lagi sistem pembayaran di dalam area Trans Studio, yang tidak menerima uang cash. Jadi harus menggunakan Kartu Debit yang selalu minta diisi ulang satiap kali habis. repooooot… hehehe.
Akhirnya sore hari rombongan pulang ke Solo. Sampai di Solo aku kembali merenungkan perjalananku ke Bandung, BENARKAH AKU JADI CANTIK DAN LANGSING????  HANYA ALLOH YANG TAHU, BERHASIL ATAU TIDAKNYA… YANG PASTI TEKADKU SUDAH BULAT UNTUK BERUSAHA MERAIH IMPIANKU ITU… SEMOGA ALLOH MERIDHOINYA… AMIN.
Oleh: Ruth | Oktober 7, 2009

Temperamen Keluargaku

TEMPERAMEN DASAR MANUSIA

Mungkin di antara kita ada yang belum tahu tentang temperamen dasar manusia yang ada empat klasifikasi, namun terkadang kita adalah segera campuran dari ke empat temperamen tersebut. Sebagai pengetahuan berikut ini akan saya sampaikan apa dan bagaimana keempat temperamen manusia tersebut. Dan bagi temen-temen yang kebetulan singgah dan membaca blog ku pasti akan tahu termasuk temperamen yang mana yang dimiliki .

SANGUINIS

    Seringkali disebut “popular” karena mereka adalah orang social, jenis yang anda inginkan hadir dalam setiap pesta. Moto mereka adalah : ”ayo kita lakukan dengan cara yang menyenangkan”. Kebutuhan-kebutuhannya bersifat sosial artinya mereka ingin dilihat, dihargai,dibenarkan,diterima dan bahkan dipuja. Dapat berbicara tentang apapun, kapanpun pada situasi apapun. Paling ramai dalam kelompok. Orang yang senyumnya paling Lebar. Nyaman ditengah orang banyak. Memiliki kepribadian yang riang, optimisme yang hampir naif, punya selera humor yang kuat dan kemampuan alamiah untuk bercerita.

    Kelemahan sanguinis adalah tidak begitu terorganisir, seringkali lupa naruh sesuatu dan nama temen-temennya. Punya kecenderungan melebih-lebihkan dan sukar untuk serius. Mudah bosan dan sangat jengkel kalau mendapatkan penolakan.

    KOLERIS YANG KUAT

      Koleris makan, tidur dan minum atas kekuasaan dan kendali. Mottonya : ”Ayo kita lakukan dengan caraku”. Yang paling disuka jika orang taat padanya, penghargaan atas prestasi dan rasa hormat pada kemampuan mereka. Cocok untuk menjadi pemimpin dan bisa membuat penilaian dengan cepat dan tepat. Kepercayaan diri mereka tinggi dan dalam hidup mereka tidak takut menyakiti perasaan  orang lain, sehingga cenderung tegas, mantab dan memerintah. Mereka suka berpetualang, pandai meyakinkan, berkemauan keras, suka bersaing, menyatakan pendapatnya secara terbuka, berani dan mandiri.

      Kelemahan Koleris suka main perintah, menguasai, tidak peka dan tidak sabaran. Mengharapkan kepatuhan segera dan antusias. Dapat menjadi sakit hati kalau penilaiannya dipertannyakan. Ketakutan yang hebat akan kehilangan kendali. Mereka cenderung tidak simpatik, tidak bisa menunjukkan kasih sayang, keras kepala, sombong, tidak toleran, mudah marah dan berdedikasi berlebihan pada pekerjaan.

      MELANKOLIS

        Motto nya adalah : ”Ayo kita lakukan dengan cara yang benar”. Melankolis banyak menghabiskan energi emosionalnya untuk melakukan sesuatu yang benar. Suka menikmati analisis yang mendalam. Hidup berdasarkan standar dan idial-idial yang tinggi. Terampil dalam menetapkan tujuan jangka panjang. Cenderung sangat teratur. Selain sangat analitis melankolis juga biasa penuh rasa hormat, sensitif, perencana yang baik, teratur rapi jujur, berbudaya,idealis, memikirkan orang lain, dan setia.

        Kelemahan melankolis : menghabiskan terlalu banyak waktu dalam persiapan dan terlalu banyak waktu mencemaskan semua kekacauan yang bisa terjadi.  Obsesi mereka dengan detail dan proses membuat mereka mudah depresi, dibebani hal-hal negatif. Sering curiga pada orang lain. Banyak merenung dan sangat sensitif.

        FLEGMATIS

          Mottonya adalah : ” ayo kita lakukan dengan cara yang mudah”. Flegmatis menghindari konflik. Mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk menjaga kedamaian dan menghindari konflik. Sangat hebat dalam memecahkan masalah secara objectif. Cenderung memiliki kepribadian yang seimbang dan menyenangkan. Wataknya tenang dan selalu baik-baik saja. Pandai menyesuaikan diri, sabar, suka menolong, ramah, pendengar yang baik. Flegmatis biasanya toleran dan diplomatis. Berusaha keras agar tidak menyinggung.

          Kelemahan flegmatis diakibatkan oleh sisi tenangnya : kurang antusiasme dan energi. Tidak mampu membuat keputusan. Babarapa punya kecenderungan untuk jadi pencemas. Terlalu santai mendekati malas.

          Sumber : The Real You by DR.Kevin Leman

          Oleh: Ruth | Agustus 25, 2009

          Perayaan Proklamasi Kemerdekaan RI

          MALAM TIRAKATAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA

          Tanggal 17 Agustus 1945, adalah hari yang paling bersejarah bagi Bangsa ini. Karena kita semua tahu, 64 tahun yang lalu Presiden Soekarno dan Wakilnya Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia.

          Sudah menjadi tradisi tahunan di seluruh lapisan masyarakat Indonesia, pada lapisan terbawah dari RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Kota/Kabupaten, Propinsi  sampai dengan Tingkat Negara Indonesia mengadakan malam tirakatan sebelum paginya mengadakan Upacara Bendera Detik-Detik Proklamasi.

          Sebelum malam tirakatan biasanya rangkaian lomba-lomba juga diadakan untuk kalangan anak-anak, Ibu-ibu bahkan Bapak-bapak. Macam perlombaannya pun beraneka ragam dari yang sifatnya ketangkasan, ketrampilan, olah raga atau bahkan cuma lucu-lucuan. Seperti yang terjadi di Kampung saya Perum Liga Asri Kampung Busukan Mojosongo Surakarta misalnya. Lomba yang digelar adalah Sepak bola dengan memakai daster (pakaian rumah ibu-ibu), Memecahkan Kantong Platik berisi air dengan mata tertutup, memasukkan pensil dalam botol.

          Pembagian hadiah lomba diadakan pada saat malam tirakan tersebut. Untuk rangkaian acara malam tirakatan di kampung saya, diawali dengan Pembukaan (Pidato-pidato) dirangkai dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Hening Cipta, Pemotongan Tumpeng, Doa, diteruskan dengan acara lain-lain yang diisi dengan pembagian hadiah Lomba, Makan malam bersama dan Karokean.

          Malam tirakatan biasanya diadakan pada tanggal 16 Agustus malam, jam delapan keatas, di sepanjang jalan kampung. Dengan beralaskan tikar semua warga kampung duduk melingkar. Walaupun tiupan angin malam sangat terasa namun hal itu tidak mengurangi semangat warga  bahkan menambah kekhidmatan acara tirakatan.

          Makna dari malam tirakatan adalah memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan YME karena kita sudah berada di alam kemerdekaan. Kita juga mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah merebut kemerdekaan, yang telah gugur mendahului kita. Lebih dari itu, kita bisa merenung bersama dan mengakrabkan diri dengan tetangga kita. Keceriaan dan kebahagiaan seluruh warga kampungpun terpancar dari wajah-wajah mereka.

          Jadi moment yang hanya setahun sekali itu terasa sangat bermanfaat dalam menggalang persatuan dan kesatuan menentukan langkah-langkah kegiatan apa yang akan dilakukan demi terwujudnya kesejahteraan dan keamanan serta kedamaian kampung. Dengan demikian bentuk kerja sama diantara warga masyarakat, dari komunitas terkecil yaitu RT yang terdiri dari keluarga- keluarga, walaupun sedikit namun hal tersebut sudah bisa dikatakan sebagai ”ikut andil” dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia . Karena dari kumpulan keluarga lah  Bangsa dan Negara Republik Indonesia  ini terbentuk.

          Oleh: Ruth | Juni 30, 2009

          SOLO BATIK CARNIVAL 2009

          Semarak Kemeriahan Karnaval Batik

          Pada hari Minggu, 28 Juni 2009 diadakan Solo Batik Carnival kedua, mulai jam 14.00. Route dari perempatan Purwosari hingga Balaikota Surakarta.  Jarak tempuh kira-kira 6,5 km di sepanjang jalan Slamet Riyadi, Kota Surakarta.

          Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Pemerintah Kota Surakarta, Pihak Swasta (Solo Central Point) dan masyarakat Kota Surakarta. Peserta Karnaval terdiri dari 300 orang baik anak-anak, remaja bahkan ibu-ibu.

          Acara ini merupakan salah satu dari 7 event Indonesia Creative yang dicanangkan oleh Menteri Perdagangan RI, Mari Elka Pangestu. Karnaval Bertujuan untuk mengangkat Solo sebagai Kota Batik. Sekaligus mengangkat pamor Kota Solo ke dunia Internasional.

          Karnaval yang bertema batik, untuk itu bahan baku yang digunakan peserta semuanya juga batik. Sedangkan tema utama pada tahun kedua ini Solo Batik Carnival adalah Topeng Tradisi. Beberapa jenis Topeng yang di gunakan  di antaranya :

          Panji, yaitu topeng halus yang menggambarkan seorang raja atau ratu dengan kehalusan dan kecantikannya.

          Kelana, yaitu topeng kesatria, ataupun raksasa yang menggambarkan amarah dan kemarahan dalam pertempuran.

          Gecul, yaitu topeng punakawan yang menggambarkan abdi dalam, dengan tingkah laku lucu dan wajah komedi.

          Disepanjang jalan utama jantung Kota Solo, masyarakat tumpah ruah mengelu-elukan karnaval. Masyarakat sangat antusias hingga tak heran mereka berdiri makin ke tengah-tengah jalan, hingga lebar jalan hanya tinggal sepertiga.

          Menurut pendapat saya Solo Batik Carnival tahun kedua ini kurang greget, pasalnya musik pengiring hanya audio elektronik (tape recorder), tanpa hadirnya gamelan asli. Sehingga kurang menampilkan citra budaya tradisional, bahkan tampaknya seperti karnaval di yang di adakan di Kota Rio De Janero, Brazil.

          Urut-urutan karnaval yang di awali Walikota dan Wakilnya yaitu pasangan Bapak Joko Wi – Rudy yang menunggang kuda. Dilanjutkan para wanita yang membawa beraneka ragam corak batik atau tepatnya Jarik (kain tradisional batik), namun tampaknya kurang bisa memperkenalkan kepada masyarakat, seharusnya masing-masing di eksposkan secara jelas disertai nama dari jarik tersebut.

          Namun tata rias dan rancangan kostum patut di beri acungan jempol, sebab kain batik yang selama ini hanya biasa kita gunakan untuk busana keseharian dan acara resmi, namun pada gelaran ini benar-benar jadi kostum pertunjukan yang mencengangkan, aneh, rumit tapi sekaligus mengagumkan.

          Akhirnya kita berharap agar  setiap tahun ada inovasi dan kreativitas baru sehingga masyarakat tidak bosan dan selalu mengelu-elukan kedatangannya. Sehingga Solo Batik Carnival akan benar-benar mampu mengangkat Citra Kota Solo, sejajar dengan kota-kota lain di seluruh dunia. Sekaligus bisa menjadi ajang sarana komunikasi dan promosi bagi para pelaku industri kerajinan batik dengan masyarakat (konsumen) yang akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.

          Oleh: Ruth | Juni 23, 2009

          OUTBOUND sangat penting…

          DSC03834

          Anak, bermain dan outbound

          Saat ini mungkin ada beberapa diantara kita sebagai orang tua yang lupa bahkan ada yang kaget kalau masa anak-anak adalah tetaplah bermain. Mungkin karena sudah terlalu disibukkan dengan persepsi yang baru bahwa mereka harus belajar dan belajar agar mendapatkan rangking yang bagus dan mendapatkan sekolah favorit. Disibukkan dengan keharusan untuk mengikuti les matematika, les piano, les bahasa asing,les balet dll.  Padahal tetaplah mereka adalah seorang anak yang sangat senang apabila diajak untuk bermain.

          Waktu bermain adalah waktu yang paling ditunggu dan dinanti oleh anak-anak kita.  Waktu bermain bagi anak-anak adalah semacam waktu terhebat yang membuatnya dapat menikmati kehidupan layaknya seorang seniman yang sedang berkarya, layaknya seorang penyanyi yang sedang menghayati setiap lagu yang dinyanyikannya, layaknya setiap pemain bola yang menikmati pertandingan terindahnya.  Apa jadinya kalau moment tersebut dilarang ? pastinya ada sebuah rasa kecewa yang mendalam.

          Outbound pada dasarnya juga merupakan dunia bermain.  Tetapi sebetulnya lebih pada bermain yang cerdas dan terencana.  Harapan lebih jauhnya pastinya ada kepuasan yang lebih dan manfaat yang nyata.  Jadi tidaklah mengheranan apabila saat ini outbound semakin hari semakin banyak peminatnya.  Baik dari kalangan orang kantoran hingga anak-anak taman bermain.  …….

          Sebetulnya outbound itu apa sich ? saat ini sebetulnya divinisi outbound adalah sudah sampai pada tahap “terserah” kepada masyarakat yang mengartikannya.  Ada sebagian masyarakat yang mengatakan outbound itu adalah identik dengan kegiatan flying fox saja, suatu kegiatan meluncur dengan mengunakan tali atau wire dari suatu tepat yang agak tinggi menuju ke tempat yang lebih rendah.  Ada juga yang mendefinisikan sebuah permainan di alam terbuka.  Jadi menurut mereka outbound itu haruslah di luar ruangan.  Ada juga yang mendifinisikan kalau outbound itu adalah sebuah sikap.  Sikap berpikir out off the box. Untuk difinisi yang terakhir ini outbound tidak harus di luar ruangan.  Didalam ruangan pun bisa asalkan ada suatu kegiatan yang mengarah kepada sikap tersebut.

          Kembali kepada para orang tua yang kaget kalau anak-anaknya sangat suka dengan kegiatan outbound di atas.  Sebetulnya memang tidak perlu kaget karena memang itulah dunia mereka. Mungkin hal itu dapat dijadikan semacam tanda pengingat bahwa kita sebagai orang tua sebaiknya lebih menggunakan pendekatan ”bermain” kepada para putra dan putrinya.  Maksud saya adalah bagaimana menciptaka suasana bermain, semangat bermain ketika berbicara, berdiskusi dengan sang anak bukan dengan pendekatan otoriter ala militer.  Sebagian orang tua saat ini kalau berbicara kepada anak sering sudah berbicara mengenai target yang sangat menakutkan.  Target prestasi, target juara kelas dll.  Sehingga baginya terkadang sekolah jauh-jauh hari sudah dianggap sebagai suatu tempat yang sangat tidak menyenangkan.  Suatu tempat yang menyiksa dan terpaksa.  Kalau akhirnya target juara itu akhirnya dapat tercapai, dia sepertinya biasa saja tetapi orang tuanya malah yang senangnya berlebihan dan kemudian melanjutkan untuk memberikan target prestasi selanjutnya.  Dunia anak baginya adalah semacam dunia yang sangat sibuk dengan tugas dan target pencapaian.  Padahal dengan pendekatan bermain yang menyenangkan jiwa dan raganya target itu tetap dapat dicapai dan pertumbuhan jiwanya juga akan lebih bagus.  Kepekaan sosialnya juga dapat tumbuh dengan subur, rasa kemanusiaannya juga muncul dengan lentur, dan tentunya menjadi manusia yang tidak egois juga akan hadir.

          Jaman memang semakin membawa kita kepada suasana yang jauh dari suasana bermain bagi anak-anak sekarang.  Jadi jangan heran apabila anak-anak saat ini sangat senang dan gembira apabila diajak untuk mengikuti outbound.  Dan sebagian kita sebagai orang tua dibuatnya kaget tapi senang. Iya kan ?

          Agoes susilo JP

          Kegiatan Outbound Menggalang Kekompakan

          Pada hari senin tanggal 15 Juni 2009, aku ngantar Aci anak keduaku Outbond pada acara  menjelang akhir tahun ajaran, kenaikan ke kelas 3. Outbound dilaksanakan di Pondok Amanah. Suatu obyek wisata alam yang berada di desa Matesih, Kabupaten Karanganyar di kaki Gunung Lawu. Kira-kira berjarak 60 km di sebelah timur Kota Solo. Perjalanan hanya ditempuh dalam waktu kira-kira 45 menit, dengan mengendarai bus.

          Ternyata sangat menyenangkan berada di kawasan Pondok Amanah. Karena hawanya sejuk, pemandangan sangat indah, karyawan-karyawatinya ramah-ramah, menu makanan juga lezat.

          Kegiatan outbound yang diikuti oleh anak-anak SD Muhamadiyah 2 Surakarta bertujuan untuk mengenalkan anak-anak dengan alam, melatih kedisiplinan, menanamkan jiwa kebersamaan dan juga menggalang kekompakan. Anak-anak sangat menikmati  kegiatan-demi kegiatan. Bahkan Aci, masih terbayang-bayang hingga sampai rumah. Dia merengek-rengek pingin outbound lagi. Kegiatan-kegiatan nya adalah sebagai berikut :

          Pengkondisian (S break)

          Pengkondisian dimaksudkan untuk menyiapkan fisik dan mental anak-anak peserta outbound. Peserta kumpul di lapangan untuk malaksanakan serangkaian kegiatan yaitu :  senam irama, membentuk kelompok-kelompok dengan nama hewan untuk cowok dan nama tumbuhan untuk cewek, permainan ketangkasan, bertepuk tangan , bernyanyi bergerak menirukan sesuatu dengan riang, tertawa, dan membuat yel-yel.

          Membuat Kue (Baker)

          Membuat kue selain untuk melatih ketrampilan membuat sendiri pizza, juga  untuk melatih kreatifitas dan ketelatenan. masing-masing diberikan satu paket : Adonan yang terdiri dari tepung terigu, Yist (ragi), susu bubuk, garam. Keju parut, sosis sapi, saos pizza. Saat pizza mentah siap dipanggang anak-anak di ajak melakukan kegiatan selanjutnya.

          Melihat Proses Produksi Kue

          Anak-anak di ajak melihat proses pembuatan kue, dari bahan mentah hingga pengepakan. Mereka diperkenalkan nama, jenis, fungsi dan cara kerja peralatan pembuatan kue. Macam-macam jenis kue yang diproduksi. Sehingga menambah wawasan bagi anak-anak.

          Memberi Makan Kambing

          Merupakan kegiatan yang mengasyikan bagi anak-anak. Mereka bisa melihat lebih dekat bahkan membelai kambing-kambing Etawa yang super. Tutor memberikan pengatahuan seputar kambing etawa, baik ciri2 fisik dan juga manfaat yang dapat dihasilkan.

          Memeras Susu Sapi

          Sapi-sapi yang dibudidayakan antara lain: sapi perah (warna hitam putih), sapi metal (warna hitam kelam), dan sapi Limosin (warna coklat putih) sapi termahal yang didatangkan dari Australia. Tutor mengajarkan cara-cara memerah susu yang baik dan benar. Anak-anak dipersilakan untuk mencoba, setelah mereka memahaminya. Anak-anak tampak sangat menghayati kegiatan ini.

          Memberi makan ikan

          Banyak sekali kolam-kolam budidaya ikan. Macam-macam jenis ikan seperti nila, mujair, kakap hingga musuh-musuhnya seperti kepiting. Berratus-ratus ikan di tiap kolamnya membuat anak2 takjub.

          Bermain Lumpur sambil menanam padi

          Kegiatan ini merupakan favorit bagi anak-anak. Sangat langka anak-anak menjumpai lumpur di lingkungan rumahnya, sehingga mereka antusias dengan berendam dan meluncur di sawah yang penuh lumpur. Mereka diajarkan cara menanam padi, tentunya dengan membungkuk dan berjalan mundur.

          Bermain Ketangkasan

          Masih di lahan penuh lumpur, mereka diajak bermain ketangkasan fisik seperti merayap di bawah tali kawat, melompat ban, naik tangga dan turun tangga. Mereka bergembira ria berlomba-lomba dengan teman-temennya.

          Bermain di Sungai

          Kegiatan ini paling menegangkan sekaligus juga mengasyikan. Pasalnya anak-anak harus menceburkan diri di sungai yang airnya cukup deras, jernih dan berbatuan besar, airnya cukup dingin karena di daerah pegunungan. Sehingga mereka menghanyutkan diri mengikuti arah air mengalir, sambil berteriak-teriak kegirangan. Moment itu juga digunakan untuk membersihkan lumpur yang melekat di seluruh pakaian anak-anak.

          Menangkap ikan

          Setelah puas bermain di sungai mereka menuju ke sebuah kolam dangkal yang dipenuhi banyak ikan seperti kakap, nila, mujaer. Anak-anak diberikan lomba menangkap ikan antar kelompok. Ikan yang tertangkap, siap di goreng untuk makan siang. Mereka berteriak-teriak ketika ikan yang berhasil terpegang justru malah melompat ke air lagi.

          Kegiatan Penutup

          Kegiatan penutup meliputi, anak-anak mandi ganti baju, menikmati santap siang, menikmati pizza hasil karyanya, dan juga diberikan permainan cerdas cermat tentang materi out bound yang telah dilaksanakan. Pada saat itu juga dibagikan hadiah bagi kelompok yang menang dalam permaian dan cerdas cermat.

          Oleh: Ruth | April 27, 2009

          Ingin Cantik?

          Cantik dengan Kosmetik dan riasan yang tepat

          Masih dalam rangka Memperingati Hari Kartini, saya ingin menulis topik tentang hal yang sangat dekat dengan dunia wanita yaitu Kecantikan. Tidak bisa dipungkiri lagi kalau semua wanita menginginkan wajah yang cantik. Memang saya setuju kecantikan diri dari dalam (iner Beauty), lebih utama dari pada kecantikan fisik. Namun kita juga harus memperhatikan kecantikan fisik. Karena akan melengkapi kecantikan pribadi kita secara total.

          Untuk kecantikan fisik akan kita dapatkan, apabila kita menggunakan kosmetik yang tepat. Arti tepat disini adalah sesuai dengan kulit kita, sehingga tidak ada keluhan apapun setelah dipakai dan memberikan hasil riasan yang terbaik. Tentunya untuk riasan ini, kadang-kadang tidak semua wanita cakap dengan tehnik merias diri ini. Hal itu dari tergantung pengetahuan dan pengalaman masing-masing.

          Pada saat pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian Kota Surakarta (kantor tempat suami saya bekerja), ada pengisian materi dari Kosmetik Wardah. Dengan memakai salah satu ibu sebagai model untuk dirias, pembicara menyampaikan cara memilih kosmetik dan tata cara merias yang tepat.

          Namun disini saya tidak akan mempromosikan produk kosmetik apapun. Karena semua itu akan berpulang kepada diri kita masing-masing. Kosmetik apa yang dirasa paling tepat maka itulah yang menjadi pilihan kita.

          Membersihkan wajah

          Memberihkan wajah sebelum make-up adalah wajib. Karena pori-pori wajah harus benar-benar terbebas dari sumbatan kotoran apapun. Sehingga akan menghasilkan hasil riasan yang sempurna. Gunakan pembersih dan penyegar yang bebas alkohol. Karena dapat mengiritasi kulit. Gunakan kapas atau tissue yang berdaya serap tinggi namun tidak mudah hancur. Bersihkan wajah dengan menarik kapas ke arah atas. Dengan demikian akan membuka pori-pori, dan pembersihan akan maksimal.

          Bedak Wajah

          Ada empat tahapan dari menggunakan bedak : pelembab, foundation (dasar bedak), Face Powder (bedak tabur) dan Compact Powder (bedak padat). Untuk pelembab wajib digunakan terutama bagi yang berkulit kering. Pelembab dapat berbentuk lotion dan cream. Tergantung kecocokan masing-masing. Hindari produk yang menandung hydroquinon dan mercuri, karena bersifat exfolion yang mengkikis kulit ari. Kulit ari lama-kelamaan akan terkelupas, dan menyebabkan semakin kulit semakin sensitif.

          Compact powder digunakan paling akhir, setelah bedak tabur. jangan lupa rapikan bedak dengan menggunakan kuas halus. Hal itu untuk menyapu bedak yang menumpuk di lipatan sekitar hidung, mata dan bibir. Sehingga bedak melekat sempurna dan terkesan alami.

          Pensil Alis

          Beruntunglah bagi mereka yang sudah memiliki alis tebal dan indah. Tetapi bagi wanita yang ingin memperindah alisnya dengan pensil, harus memperhatikan tehnik-tehnik pemakian yang benar. Apabila salah, akan menghasilkan kesan wajah yang tidak diinginkan. Misal jika terlalu tebal dan hitam akan memberikan kesan galak. Untuk itu pilih warna pensil yang lebih muda dari warna alis aslinya. Jangan terlalu kencang dalam menekan pensil saat merias, karena akan menghasilkan goresan yang tebal. Goresan harus dari pangkal alis ke arah ujung, dengan halus dan berulang-ulang hingga mendapatkan bentukan alis yang diinginkan, namun tetap terkesan alami.

          Eyes shadow

          Jika ingin memancarkan pesona kecantikan mata, gunakan lah eye shadow untuk riasan mata. Pilihlah paduan warna-warna yang harmonis. Warna-warna natural seperti, coklat, abu-abu, pink dan jingga. Untuk tulang mata tepat di bawah alis, harus dengan warna muda cenderung putih dan berkilat, sehingga memperindah mata.

          Blush-on (perona pipi)

          Pemakaian blush-on (perona pipi) akan memberikan kesan segar dan cerah pada wajah. Gunakan kuas yang halus dan lembut. Sapukan sepanjang tulang pipi, dengan arah memutar searah jarum jam. Untuk mendapatkan tulang pipi, tersenyumlah saat memakai blush on, maka bagian tulang pipi akan tampak jelas. Gunakan warna-warna natural yang lembut seperti coklat muda, jingga dan merah muda. Usapan harus tipis namun merata, sehingga menyatu dengan bedak.

          Mascara

          Pakailah mascara yang water proof (formula tahan air), sehingga tidak mudah luntur. Mascara akan membuat bulu mata terlihat lebih tebal dan lentik. Hindari pemakaian yang terlalu tebal, karena akan terkesan berat dan wajah aneh (tidak alami). Bila perlu gunakan penjepit bulu mata untuk menambah kelentikannya.

          Lipstick

          Pilihlah lipstick yang mengandung pelembab, sehingga sekaligus dapat merawat bibir. Pelembab bibir bisa berasal dari Aloe vera extract, vitamin E, Squalane dan jojoba oil. Untuk memberikan kesan alami pilihlah warna yang mendekati warna bibir. Pemakaian warna natural,soft dan bersifat glossy seperti peach, jingga dan pink akan memberikan kesan wajah yang lebih cerah, segar dan nampak muda.

          Kesemua riasan wajah tersebut diatas, tidak wajib dipakai. Sesuaikan dengan waktu dan tempat yang tepat. Untuk di rumah tidak perlu menggunakan semua riasan wajah. Namun hal yang perlu diingat adalah bahwa hendaknya kita para wanita berhias terutama untuk suami kita, bukankah yang demikian itu sesuai dengan ajaran agama dan hanya untuk mencari Ridlo-Nya….


          Oleh: Ruth | April 25, 2009

          Ulang Tahunku (19 Maret 2009)

          imagesTanggal 19. Tanggal itu mempunyai arti sangat besar dalam hidupku. Karena pada tanggal itulah, 40 tahun lalu aku dilahirkan. Dan kemaren, adalah tanggal 19. Tepatnya, 19 Maret 2009.

          19 Maret kali ini sedikit berbeda dibandingkan 19 Maret sebelumnya. Tak ada pesta kali ini. Tidak pula kue tart ataupun kado. Kondisi keuanganku memang tidak seperti sebelumnya. Tapi aku yakin, dibalik keterbatasan keuanganku saat ini, pasti ada hikmahnya.

          Yang berbeda bukan hanya itu. Walau keuangan sedang bermasalah, ada sesuatu yang membuat aku bangga. Betapa tidak, kini aku sudah familiar dengan dunia maya. Hari-hariku banyak kuhabiskan untuk chating. Bukan hanya chating, aku juga bergabung dalam beberapa situs pertemanan. Seperti Friendster, PerfSpot, Hi5, FaceBook, Tagged dan lain-lain.

          Karena kebiasaan baruku itu, aku menerima banyak sekali ucapan selamat. Teman-temanku dari beberapa situs pertemanan yang aku ikuti, tak henti-hentinya mengucapkan selamat ulang tahun. Kata-kata dan ucapan selamat yang mereka kirimkan, bagus-bagus dan menarik. Alhasil, hatiku yang sempat sedih menjadi senang kembali. Wah, sepertinya aku harus say thanks for technology. Again…

          Disaat rasa senang kembali menghampiriku, sebuah khabar sedih justru datang dari sahabatku. Gunawan Ismono, teman baikku satu kantor ini, harus di opname karena Struck. Akibat penyakit itu, bukan hanya tangan kanannya yang tidak dapat digerakkan lagi. Iapun tak sadarkan diri hingga kini. Ah, padahal sehari sebelumnya ia masih menemaniku main pingpong. Aku hanya bisa berdo’a kepada Alloh, semoga ia diberi kesembuhan.

          Peristiwa itu, tanpa terasa mengingatkanku akan kebesaran kuasa Alloh. Betapa kecil kita dihadapan-Nya. Tak perlu waktu lama, hanya dalam hitungan seper sekian detik, bila Ia menghendaki, apapun bisa terjadi.

          Alhamdulillah Ya Allloh, Engkau beri aku kesempatan di usia kepala empat, JadikanLah sisa umur ini Barokah. Ijinkanlah aku memohon kepadaMu, Ya Alloh… lindungilah aku dan keluargaku, dimanapun dan kapanpun Ya Alloh, selamatkan kami baik di dunia maupun di akherat nanti. Amin…

          * * *

          Oleh: Ruth | April 21, 2009

          Kartini…Kartini

          Perempuan dapat merubah dunia dengan cara menulis apa yang dipikirkannya dan dirasakannya, agar tercipta suara baru, dunia baru dan makna-makna baru.

          (Helene Cixous, tokoh feminis Postmodern, Perancis)

          21 April 2009. Mungkin sudah se-abad sejak kelahiran seorang tokoh pendobrak dan pejuang kaum perempuan, Raden Ajeng Kartini.  Walau sudah tiada, sosok pejuang emansipasi wanita ini terus di kenang. Dari pemikirannya, mampu membuka mata Indonesia agar menghargai dan memuliakan wanita. Mensejajarkan kaum Hawa sederajat dengan kaum Adam.

          Sungguh besar jasa seorang Kartini. Inspirasinya membuat kedudukan wanita tidak hanya sebatas “Konco Wingking” atau hanya urusan dapur dan kasur saja. Kini wanita lebih dihargai dan mempunyai hak sebagai pribadi yang utuh. Artinya, bebas dalam berkarier tanpa melupakan kodratnya sebagai wanita, sebagai isteri dan ibu dari anak-anaknya.

          Waktu boleh saja bergerak dan berubah, namun sejarah tak pernah lelah dan salah untuk menceritakan dirinya, meski dengan tinta air mata dan darah. Sekarang ini, seakan tak ada batasan bidang tugas dan pekerjaan antara wanita dan pria. Nyaris semua pekerjaan bisa dilakukan oleh wanita  Apapun itu, asal ada  kemauan, pasti tugas yang seharusnya untuk pria, mampu dikerjakan wanita.

          Disegala bidang, banyak posisi dan jabatan penting kini dipegang oleh wanita. Tak ketinggalan, di lingkup PNS, juga memberikan kesempatan bagi wanita untuk berkarier hingga puncak. Dalam perebutan kursi wakil rakyat, kini tak lagi didominasi kaum pria. Bahkan sejarah telah mencatat, betapa bangsa besar ini pernah dipimpin seorang wanita. Hanya saja, jumlah mereka mungkin relatif masih sedikit.

          Seperti di Badan Pertanahan Nasional (Kantor Pertanahan Kota Surakarta), kantor tempatku bekerja. Dari 20 kursi jabatan hanya ada empat orang wanita, termasuk aku. Semoga ditahun-tahun mendatang lebih banyak lagi kesempatan yang dapat diraih oleh wanita untuk menduduki sebuah jabatan penting.

          Bagiku, Kartini bukan hanya sosok wanita priyayi yang mengabdikan pengetahuan dan pikirannya untuk wanita dari semua golongan, bahkan golongan terbawah sekalipun. Kartini adalah simbol kebangkitan dari keterkungkungan. Kartini juga lambang sebuah ketegaran, pengabdian dan perjuangan. Dalam kehidupanku, ada yang kuanggap sebagai Kartini masa kini.

          Yang pertama adalah ibuku. Melalui pengabdian dan perjuangannya, aku bisa seperti sekarang ini. Tanpa ibu, mustahil aku bisa menulis disini.

          Sosok kedua adalah kakak kandungku sendiri. Dra Sri Maharani, begitu nama lengkapnya. Saat ini, dia menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha, Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Diusia yang hampir setengah abad, kecantikannya tak sedikitpun memudar. Justru diusia ke 49, tepatnya 16 Januari 2009 lalu, aura yang memancar semakin mantap saja.

          Menyanyi adalah hobbynya. Disela-sela tugas pokok dan rutinitasnya sebagai Kepala Tata Usaha, kakakku ini selalu menyempatkan diri berolah vokal. Karena memang ia tercatat sebagai anggota orkes Keroncong UNS.

          Meski kami tidak dilahirkan sebagai putri berdarah biru seperti Kartini, tapi kakakku itu memiliki watak dan semangat juang yang tinggi seperti Kartini. Dia juga penyabar dan ulet dalam meraih sesuatu yang positif, persis seperti sosok seorang Kartini. Semua kelebihannya itu, ku jadikan sebagai panutan dan tauladan.

          Begitu banyak yang ingin ku tulis tentang sosok kakak yang sangat kukagumi ini. Begitu banyaknya, hingga aku bingung harus memulainya. Karena itu, kusertakan disini foto-fotonya supaya semua bisa menilai sendiri dan melihat kecantikannya.

          Ketahuilah tujuanmu, jalankanlah perjuanganmu itu dengan ulet, bersatupadulah dengan kawan-kawan kita laki-laki. Terutama sekali berhati beranilah! Tiada perjuangan pernah mencapai kemenangan, jika tidak dengan senjata keberanian hati.”

          (Vera Sasulitsch, sebagaimana dikutip Ir Sukarno dalam Sarinah: Kewajiban Wanita dalam Perdjoangan Republik Indonesia, Cet III, 1963: 224)

          Oleh: Ruth | April 18, 2009

          Vegetarian Pilihan Hidup Saya??

          Saat pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Kantor Pertanahan Kota Surakarta, aku mendapat ilmu baru. Pada pertemuan di kantor tempat aku bekerja itu, pembicara yang hadir memberi materi tentang Vegetarian. Bukan hanya materi, tapi juga praktek memasak menu makanan kaum Vegan, sebutan untuk mereka yang vegetarian.

          Pembicara kali ini dari Keluarga Vegetarian Kaum Budhis Semarang, yaitu Ibu Luciana. Beliau hadir atas undangan ibu Hj Gemini Farida SH, yang seorang Jaksa, isteri Bapak Prasetyo Utomo SH, Kepala Seksi Sengketa Konflik Perkara, Kantor Pertanahan Kota Surakarta.

          Kaum Vegan adalah mereka yang memiliki pola dan jenis makanan berbeda dengan masyarakat umum lainnya, yaitu hanya mengkonsumsi sayuran dan tidak mengkonsumsi telur, susu serta daging. Alasan utama kaum ini, karena makanan berbasis tumbuhan selain mudah dicerna oleh tubuh, mengandung protein nabati dan lebih ramah (tidak mengandung lemak jenuh), sehingga menyehatkan. Diet vegetarian bisa dikatakan sehat, ekonomis, ekologis, welas asih, mulia dan damai. Selain kesehatan, yang menjadi alasan lain adalah cinta kasih, spiritual dan kecantikan.

          Menurut Ibu Luciana, setelah menjadi seorang Vegan, dia mendapatkan kebahagiaan lahir batin dan bisa mengembangkan sikap cinta kasih terhadap makhluk hidup lain. Secara spiritual, seorang Vegan akan mempunyai aura positif yang melingkupi tubuhnya.

          Dari uraiannya, Ibu Luciana mengungkapkan bahwa makanan daging ikut menyebabkan global warming. Pasalnya, daging adalah komoditas penghasil Karbon. Penelitian menunjukkan, 1 kg daging dapat menghasilkan 36,4kg emisi karbondioksida. Pemeliharaan dan transportasi yang digunakan untuk menghasilkan sepotong daging sapi, kambing atau babi, membutuhkan energi dalam jumlah yang sama untuk menyalakan sebuah bola lampu 100 watt selama tiga minggu.

          Selesai penyampaian materi yang disertai tanya jawab, Ibu Luciana mempraktekkan pembuatan beberapa menu makanan vegetarian. Seperti nasi goreng sayur, sup jamur, Chap cai, salat sayur dan bubur manado.

          Semua makanan diolah secara hygienis, mudah, murah dan rendah bumbu. Hampir semua masakan tidak menggunakan bumbu seperti bawang merah, bawang putih, dan bumbu lain. Sebagai penyedap, digunakan Totole Mushroombouillon. Penyedap khusus vegetarian yang didatangkan dari Thaiwan itu terdiri dari bubuk jamur, tepung penguat rasa (E 621), garam, bubuk beras, gula, dan bubuk soya dekstrim.

          Bahan utama yang digunakan sebagai pengganti daging yang memiliki tekstur kenyal, adalah Gluten (berbahan tepung), yang memiliki prosentase Protein berdasarkan berat sebanyak 70%.

          Bagi aku pribadi, vegetarian sepertinya tidak bisa menjadi pilihan hidup. Masalahnya, aku masih ingin menikmati lezatnya telur, susu dan daging. Bagiku, makan turut andil dalam menyumbang rasa kebahagiaan dalam tubuh. Karena itulah, aku merasa belum siap mengorbankan kebahagiaan itu.

          Namun, setelah dipikir-pikir, aku setuju dengan manfaat dan kemuliaannya. Tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti aku menjadi seorang vegetarian. Entahlah, hanya Alloh yang tahu…

          Oleh: Ruth | April 12, 2009

          Sehat dengan nge-Gym

          Make Your Own Body

          Punya tubuh langsing, bagus (mbody orang jawa bilang), seksi, kencang dan segar adalah dambaan setiap kaum hawa, termasuk aku.Bermacam cara dilakukan untuk mewujudkan tubuh ideal. Bagi mereka yang gemar olah raga, senam Aerobic, Body Language, Body Performing, Philatest, Yoga atau mengunjungi pusat-pusat kebugaran, bisa menjadi suatu pilihan.

          Selain olah raga, tubuh aduhai bisa diperoleh dengan mengatur pola makan atau di diet. Ada juga sebagian yang rajin mengkonsumsi obat pelangsing dan suplemen otot. Bahkan, ada yang menggunakan media tusuk jarum, totok perut, dan pijat mengurangi berat badan. Atau yang lebih ekstrim lagi, mendatangi tabib alternatif.

          Sejalan bertambahnya usia, bentuk tubuh, kekencangan dan kesegaran kulit mengalami degradasi. Semua merupakan kodrat kita sebagai manusia. Justru menjadi aneh bila kita tidak berubah, konstan dari waktu ke waktu.

          Sebagian wanita tidak bisa menerima keadaan itu sebagai kodrat dari-Nya. Padahal, bila direnungi bisa menjadi pengingat bagi kita, agar senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh-Nya. Dengan menyadari kodrat sebagai manusia, membuat kita bisa mempersiapkan diri untuk menghadap-Nya, bila waktunya tiba.

          Sebagai wanita yang ingin tampil menawan, sehat dan bugar, berolah raga di Gym atau biasa pula disebut Fitness adalah pilihanku. Hobby ini kumulai sejak pengantin baru. Awalnya, dimulai dari keinginan untuk menyenangkan suami. Dengan tubuh yang bagus, tentu dia akan senang dan bahagia. Namun, sebagaimana kodratku sebagai wanita dan seorang ibu yang harus hamil, melahirkan dan mengurus anak, maka kegemaranku berolahraga ke Gym tidak bisa dilakukan terus menerus. Akhirnya, tubuhku tidak se-sexy dan seindah mereka yang dapat berolaraga terus menerus.

          Peralatan olahraga yang ada di Gym, banyak sekali. Bentuk, model dan ukurannya beragam, begitu pula dengan penggunaan dan kecanggihannya. Semua peralatan itu dirancang dan berfungsi membentuk otot. Tak ada pengecualian, otot mana saja yang dapat dilatih. Asalkan kita rajin dan konsisten, semua otot dari atas sampai bawah, bisa dilatih. Dan semua membawa manfaat yang besar bagi kesehatan dan kebugaran tubuh.

          Kelebihan berlatih di Gym, kita bisa mengukur kemampuan tanpa harus mengikuti instruksi terus-menerus. Tugas instruktur hanyalah memberitahu cara pengoperasian dan kegunaan sebuah alat olah raga.

          Meski begitu, ada hal-hal yang harus diperhatikan. Pemilihan tempat yang tepat, sangat penting agar olahraga yang dilakukan bisa maksimal. Sebelum memulai latihan, pestikan terlebih dahulu berapa hal, antara lain:

          Peralatan, pastikan peralatan yang ada dalam keadaan layak pakai, tidak rusak, tidak membahayakan, dan dapat dioperasikan dengan baik sesuai fungsinya.

          Instruktur, pastikan Gym itu memiliki instruktur profesional, bisa mengarahkan gerakan secara baik dan benar,  sehingga hasil yang diperoleh sesuai dengan tujuan dan harapan yang diinginkan.

          Lingkungan, tempat fitness yang bersih,  segar, luas, dengan fasilitas lengkap, adalah tempat ideal untuk berolahraga. Tapi yang paling penting, pastikan tempat itu betul-betul baik. Jangan sampai ternyata Gym itu tempat mangkalnya para preman. Bisa-bisa, malah kita menjadi target operasi polisi. Menakutkan….

          Tinggalkan Gym bila ada member atau pendatang yang memiliki tujuan lain selain ingin sehat. Misalnya, kesempatan berkencan, exploitasi tubuh atau hanya ingin memamerkan ke-sexy-an semata. Lebih gawat lagi bila ternyata tempat itu menjadi arena bisnis barang haram seperti narkoba, misalnya.

          So, ibu-ibu, tante, mbak, jeng, remaja putri, ABG cewek, jangan tunda lagi. Mari berolahraga di Gym. Dengan begitu, kita bisa menjaga penampilan agar selalu bugar, prima, menawan dan awet muda pastinya. Saatnya kini kita berinvestasi OTOT, agar diusia senja nanti tubuh tetap kencang, sehat, bugar dan lincah. Bukankah waktu tidak bisa diputar kembali

          Baiklah…para Ibu2, tante2, mbak2, jeng2, adik2 remaja putri, para ABG cewek… jangan tunda2 lagi. Ayo kita ngeGym agar senantiasa sehat, berpenampilan prima dan awet muda pastinya. Bukankah waktu tidak bisa kembali… sudah saatnya kita berinvestasi OTOT, agar diusia senja kita nanti masih kencang, sehat, bugar dan lincah okkkkkkeeeeeee.

          Tulisan Sebelumnya »

          Kategori

          Ikuti

          Get every new post delivered to your Inbox.