Semarak Kemeriahan Karnaval Batik
Pada hari Minggu, 28 Juni 2009 diadakan Solo Batik Carnival kedua, mulai jam 14.00. Route dari perempatan Purwosari hingga Balaikota Surakarta. Jarak tempuh kira-kira 6,5 km di sepanjang jalan Slamet Riyadi, Kota Surakarta.
Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Pemerintah Kota Surakarta, Pihak Swasta (Solo Central Point) dan masyarakat Kota Surakarta. Peserta Karnaval terdiri dari 300 orang baik anak-anak, remaja bahkan ibu-ibu.
Acara ini merupakan salah satu dari 7 event Indonesia Creative yang dicanangkan oleh Menteri Perdagangan RI, Mari Elka Pangestu. Karnaval Bertujuan untuk mengangkat Solo sebagai Kota Batik. Sekaligus mengangkat pamor Kota Solo ke dunia Internasional.
Karnaval yang bertema batik, untuk itu bahan baku yang digunakan peserta semuanya juga batik. Sedangkan tema utama pada tahun kedua ini Solo Batik Carnival adalah Topeng Tradisi. Beberapa jenis Topeng yang di gunakan di antaranya :
Panji, yaitu topeng halus yang menggambarkan seorang raja atau ratu dengan kehalusan dan kecantikannya.
Kelana, yaitu topeng kesatria, ataupun raksasa yang menggambarkan amarah dan kemarahan dalam pertempuran.
Gecul, yaitu topeng punakawan yang menggambarkan abdi dalam, dengan tingkah laku lucu dan wajah komedi.
Disepanjang jalan utama jantung Kota Solo, masyarakat tumpah ruah mengelu-elukan karnaval. Masyarakat sangat antusias hingga tak heran mereka berdiri makin ke tengah-tengah jalan, hingga lebar jalan hanya tinggal sepertiga.
Menurut pendapat saya Solo Batik Carnival tahun kedua ini kurang greget, pasalnya musik pengiring hanya audio elektronik (tape recorder), tanpa hadirnya gamelan asli. Sehingga kurang menampilkan citra budaya tradisional, bahkan tampaknya seperti karnaval di yang di adakan di Kota Rio De Janero, Brazil.
Urut-urutan karnaval yang di awali Walikota dan Wakilnya yaitu pasangan Bapak Joko Wi – Rudy yang menunggang kuda. Dilanjutkan para wanita yang membawa beraneka ragam corak batik atau tepatnya Jarik (kain tradisional batik), namun tampaknya kurang bisa memperkenalkan kepada masyarakat, seharusnya masing-masing di eksposkan secara jelas disertai nama dari jarik tersebut.
Namun tata rias dan rancangan kostum patut di beri acungan jempol, sebab kain batik yang selama ini hanya biasa kita gunakan untuk busana keseharian dan acara resmi, namun pada gelaran ini benar-benar jadi kostum pertunjukan yang mencengangkan, aneh, rumit tapi sekaligus mengagumkan.
Akhirnya kita berharap agar setiap tahun ada inovasi dan kreativitas baru sehingga masyarakat tidak bosan dan selalu mengelu-elukan kedatangannya. Sehingga Solo Batik Carnival akan benar-benar mampu mengangkat Citra Kota Solo, sejajar dengan kota-kota lain di seluruh dunia. Sekaligus bisa menjadi ajang sarana komunikasi dan promosi bagi para pelaku industri kerajinan batik dengan masyarakat (konsumen) yang akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.




















wah… bagus review SBY eh.. SBCnya. Menurut saya juga kurang ‘greget musiknya’ lebih baik jaran dor opo reog ponorogoan (barangkali dikolaborasi gitu dg ‘sense’ Solo lebih baik ya?). Terus panitia keamanannya juga gak fungsi. Mosok jalan peserta SBC cuma 1 meter gara2 penonton maju. Trus taman2 kota jadi ancur dech…
Oleh: Anas Azely on Juni 30, 2009
at 11:28 pm
Karnaval yang dilakukan dapat terus dilakukan supaya generasi muda tidak lupa ama budaya kita yg sangat kaya….salut ama tulisan dan foto mbak……sukses terus
Oleh: Dasrul on Juli 1, 2009
at 12:20 pm
Wah…blognya banyak gambarnya nih…..bagus juga…..ajarin saya dong, tema yang bagus untuk mengangkat budaya tanah air…biar diinget sama generasi muda kini…dan karnaval baiknya memang menampilkan budaya daerah .
Oleh: gading pantai on Juli 2, 2009
at 8:35 am
woooow this is amazing,so spectaculeeer.
begitu banyak keragaman yg ditampilkan saat krnaval itu,tapi satu yg aq salut ada rombangan busana batiknya,itu yg mmbuat mkin trasa khasanah budaya indonesainya
Oleh: anto bhaki on Juli 3, 2009
at 5:26 pm
Wah sebenarnya pingin nonton ke Solo. Salam utk keluarga Slembaran dan Mjsongo
Oleh: Tri Djoko Susilo on Juli 5, 2009
at 3:52 am
Kunjungi juga blog saya ya…
Oleh: Tri Djoko Susilo on Juli 5, 2009
at 3:53 am
foto-fotonya keren euy
Oleh: rasta on Juli 7, 2009
at 4:54 am
warna warni semarak , hangatnya hidup
cerah berbeda warna tetap satu jua
adalah warna bangsa teriakkan kata merdeka
merdeka batin , merdeka raga
good luck Ruth
Oleh: Burhanuddin on Juli 9, 2009
at 2:01 am
Foto2′y bagus2 banget salut buat juru foto’y, trus tulisanmu jg sangat terinci ke detail2′y salut jg buat kamu deh, seyogya’y acara2 seeperti ini diadakan ditiap2 kota yg mempunyai ciri khas tersendiri dr kota tsb, mengangkat citra diri kota masing2.., tp sayang ya kalo panitia’y kurang persiapan utk keamanan & kenyamanan dlm acara SBC ini, mungkin lain waktu hrs benar2 siap tuh…
Salut buat yg mengadakan acara seperti ini, jg salut buat yg tulis dan promosikan acara ini…utk Ruthy di Solo selalu tampil energik dan semangat ya…
Oleh: Acchink BK on Juli 13, 2009
at 7:01 pm
bagus….
Oleh: nur kenin on Oktober 8, 2009
at 3:45 pm
bagus..
Oleh: nur kenin on Oktober 8, 2009
at 3:46 pm
bagus
mudah mudahan semua kebudayaan
akan terangkat…. semua..
teruskan lagi kreasi nya.
Oleh: melrida on Oktober 27, 2009
at 6:57 am
MAri lestarikan budaya Indonesia..
Oleh: Teh Hijau Organik on November 16, 2011
at 7:41 am