Gambar Beruntung sekali, aku membaca sebuah Novel Karya Vanny Chrisma W, yang berjudul CANTIK. Novel tentang makna Hidup cantik dan menarik itu secara tidak sengaja aku temukan di Perpustakaan Desa, saat aku penyuluhan di situ…

Isi buku itu cocok sekali dengan apa yang sedang aku lakukan tiga minggu belakangan ini tepatnya sepulang dari Wisata ke Bandung. Seakan aku disadarkan bahwa apa yang aku pikirkan dan aku kerjakan adalah suatu kekonyolan.. hehehe Alhamdulillah aku segera menyadarinya.

Pada usia ku menjelang 43 ini, aku mengimpikan menjadi wanita yang Cantik, Kulit Segar, mempunyai tubuh langsing, sexy dan sehat tentunya. Tentunya hal itu sah-sah saja… namanya juga keinginan, asal dilakukan dengan cara-cara yang benar, sehat masuk akal dan halal tentunya.

Kenapa aku bilang selama tiga minggu belakangan ini aku sebut dengan suatu kekonyolan? Yah tentu saja karena aku terkesan memaksakan diri dan cenderung menyiksa diri. Dari pola makan, dulu aku paling suka menikmati makanan enak, tanpa peduli apapun dan pasti nambah kalau makan hehehe. Sekarang aku sangat membatasi makanku, kadang cuma sekali dalam sahari itupun cuma sayuran dan buah-buahan. Bahkan sampai rasa lapar itu menyiksa sekali dan aku tetap menahannya untuk tidak makan apapun. Belum lagi ditambah set up yang aku lakukan tiap pagi sebanyak 50 kali lucu sekali. Namun untungnya untuk kegiatan ini aku tidak tersiksa hehehe Alhamdulillah.

Berita baiknya, emang sekarang body ku agak kencang, singset dan perutku tidak terlalu buncit, setidaknya itu menurut aku sendiri hehehehe… tapi yang bikin sebel beratku stabil aja sekitar 62 kg..hiks. Padahal tinggi cuma kira-kira 159 cm. pingin banget menurunkan 2 sampai 4 kg.

Tindakanku yang selalu bercermin berlama-lama untuk mengamati bodyku, setelah habis mandi, sebelum sholat, dan pada setiap ada kesempatan, ditambah diangan anggapanku bahwa aku gemuk. Adalah gejala awal dari penderita Anoreksia hihihi… ngeri.

Aku harus berterima kasih kepada Vanny Chrisma, karena dari bukunya yang menceritakan penderitaan seorang Gadis Anoreksia, itu membuka hati dan pikiranku.. betapa kita harus menerima apa adanya kondisi diri kita, anak kita, saudara kita juga  teman-teman di sekitar kita sebagaimana mereka adanya. Karena sebuah penolakan, hinaan terhadap seseorang karena bentuk fisiknya,  baik itu terlalu kurus atau terlalu gemuk oleh lingkungannya, akan berakibat sangat fatal bisa menyebabkan dia menjadi penderita anoreksia, salah satu penyakit gangguan pola makan.

Seseorang penderita anoreksia akan kehilangan selera makan, karena ingin tubuh yang kurus dan takut sekali mengalami kegemukan. Perasaan takut gemuklah yang menyebabkan menahan nafsu makan secara tidak wajar. Dia akan menjalani diet ketat, selalu menghitung kalori setiap hendak memakan sesuatu. Mengurangi takaran demi takaran yang pada akhirnya setiap hari kanya makan apel dan tomat saja, tidak lebih. Setiap kali melihat di cermin dia merasa terlalu gemuk.

Dalam buku itu aku juga mendapatkan cerita seorang model asal Brazil , Ana Carollina Reston, meninggal di usia 21 tahun akibat anoreksia. Semasa hidupnya makanan yang digemarinya cuma apel dan tomat. Ana yang bekerja untuk perancang ternama dunia, Giorgio Armani, memiliki tinggi 10 cm namun, berartnya cuma 38 kg. dia merupakan model kedua yang tewas karena membiarkan dirinya kelaparan. Akhirnya menderita gagal ginjal dan gangguan organ tubuh lainnya.

Kekonyolan-kekonyolan itu sering melanda gadis-gadis belia dan para wanita, karena ingin tampil langsing, cantik atau mengidamkan seorang model tertentu yang kurus. Mereka sangat membenci lemak-lemak ditubuhnya, sehingga akan memuntahkan kembali semua yang dimakannya. Padahal hal tersebut sengat berbahaya bagi lambung, ginjal dan jantung bahkan berakibat kematian…hiiiiii ngeri kan?????

Aku juga mendapatkan tujuh hal dalam hal seputar Diet sbb :

  1. Bahwa penurunan berat badan sebaiknya secara bertahap, dan bentuk tubuh ideal tidak bisa didapatkan secara instan.
  2. Makan secara sering dan dalam jumlah sedikit, jauh lebih baik dan berguna bagi penurunan berat badan dari pada makan cuma sehari sekali.
  3. Diet tanpa lemak sama sekali adalah hal yang tidak baik, karena tubuh Kita tetap membutuhkan sejumlah lemak.
  4. Diperlukan perubahan menyeluruh menuju pola makan dan pola hidup sehat.
  5. Tidak hanya olah raga keras saja yang akan menurunkan berat badan, bahkan hanya dengan berjalan cepat saja akan sangat membantu mengurangi berat badan.
  6. Semua produk dari tumbuhan tidak mengandung kolesterol, tetapi minyak sayuran tidak bebas lemak, maka konsumsi yang berlebihan berakibat bertambahnya asupan lemak dan kalori.
  7. Hanya dengan dukungan cinta dan juga penerimaan atas diri apa adanya, penderita anoreksia dapat sembuh sendiri jika dia memang berusaha untuk sembuh.

Akhirnya Aku sampai pada suatu kesimpulan bahwa Kecantikan luar hanya sementara dan sangat bersifat relatif. Lebih baik bila kita mengutamakan kecantikan hati dan memancarkan aura kebaikan. Sangatlah penting menerima diri kita dan juga orang lain sebagaimana apa adanya dengan penuh ketulusan dan cinta kasih.

Semoga ALLOH SENANTIASA MEMBERIKAN  PETUNJUK  KEPADA KITA, APA YANG TERBAIK  DAPAT KITA LAKUKAN DAN JUGA APA YANG JELEK DAPAT KITA TINGGALKAN, AMIN.

 

 

Oleh: Ruth | April 14, 2015

PERESMIAN KANTOR PERTANAHAN KOTA SALATIGA

  1. PENDAHULUAN

Gedung Kantor Pertanahan Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah telah diresmikan pada tanggal 26 Maret 2015 oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional, yaitu Bapak Fery Mursyidan Baldan.Acara dimulai pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 11.30 WIB. Peresmian prasarana fisik di lingkungan Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia, hanya dapat dilakukan oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional atau pejabat yang ditunjuk, hal itu tertuang dalam point 5b Surat Edaran Kepala Badan Pertanahan Republik Indonesia Nomor : 6/SE/V/2013 tertanggal 17 Mei 2013 tentang Pelaksanaan Program/Kegiatan Pertanahan di Lingkungan Badan Pertanahan Nasional.

Proses pembangunan gedung dilakukan sejak tanggal 13 Agustus 2014, selama 120 hari kalender. Pembangunannya selesai pada tanggal 10 Desember 2014.Pendanaan pembangunan gedung ini menggunakan DIPA Kantor Pertanahan Kota Salatiga Tahun Anggaran 2014, sebesar Rp 2.380.772.000,-Saat ini gedung telah diresmikan dan digunakan untuk seluruh kegiatan pelayanan Kantor Pertanahan Kota Salatiga.

Gedung ini berlokasi di Jalan Imam Bonjol Nomor 42, Kota Salatiga dan terletak di atas lahan HP. No 54 atas nama Pemerintah Republik Indonesia Cq. Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia di Kelurahan Sidorejo, Lor Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, seluas +2.640 m2. Lahan tersebut terdiri dari bangunan gedung satu lantai dengan luas 954 m2,   dan halaman di sisi depan, kanan dan belakang gedung.

Proses pengadaan Pembangunan Gedung Kantor Pertanahan Kota Salatiga Provinsi Jawa Barat tersebut dilaksanakan melalui pelelangan umum untuk Pelaksana Konstruksi dan penunjukan langsung untuk Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas. Sebagai konsultan perencana adalah CV. Survey Pembangunan– Semarang. Adapun pelaksana pembangunan konstruksi dilakukan oleh CV.Satria Agung Mulya– Salatiga. Sedangkan Konsultan Pengawas dilakukan oleh CV. Pola Prisma –Semarang. Pelelangan dan penunjukan penyedia jasa yang dilaksanakan telah mengikuti proses dan tahapan sesuai Perpres Nomor 70 Tahun 2012.

Untuk menunjang pekerjaan, gedung Kantor Pertanahan Kota Salatiga dilengkapi dengan dukungan sarana teknologi informasi yang dipasang untuk mendukung proses pelayanan pertanahan. Selain itu, juga terdapat fasilitas Loket, Ruang pertemuan (aula), ruang arsip buku tanah, pantry, ruang laktasi dan ruang pendukung lainnya. Pada kesempatan tersebut, Bapak Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional juga berkenan untuk meresmikan penggunaan Mushola Kantor Pertanahan Kota Salatiga, dan memberi nama mushola tersebut yaitu: “MUSHOLA AR-RAHMAN”

Berkaitan dengan acara peresmian tersebut, Gubernur Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo, juga berkenan hadir namun karena bertepatan dengan acara pembukaan MUSRENBANG Kota Salatiga, maka beliau hadir sebelum acara peresmian dimulai. Gubernur meninjau dan mencermati serta mengkritisi semua sistem pelayanan yang ada pada Kantor Pertanahan Kota Salatiga. Ketika meninjau stand “Akses Reform” yang diadakan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Semarang Beliau sangat antusias. Kantor Pertanahan Kabupaten Semarang memberikan akses kepada kelompok tani sapi perah ke lembaga keuangan dengan jaminan sertipikat tanah, untuk memperbesar modal usahanya dengan memproduksi susu, sabun susu dan lulur susu. Gubernur menyampaian beberapa wacananya tentang system pertanian dalam arti luas, sampai dengan pengolahan pasca panen yang dikemas secara komperhensip dan modern.

Atas semua yang kami lakukan, syukur Alhamdulillahacara peresmian Gedung Kantor Pertanahan Kota Salatiga beserta Musholanya, mendapat sambutan yang baik dari semua pihak. Salah satu kunci keberhasilan pembangunan Gedung dan Mushola Kantor Pertanahan Kota Salatiga hingga diresmikannya oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasionaladalah adanya komitmen dari semua pegawai berbagai pihak terkait yang menyadari pentingnya manfaat dari perbaikan sarana dan prasarana dalam meningktakan pelayanan kepada masyarakat. Kami yakin, komitmen tersebut muncul karena keinginan kuat dari seluruh jajaran Badan Pertanahan Nasional untuk mewujudkan tata pemerintahan dan pengelolaan keuangan negara yang baik (good governance).

 

  1. PELAKSANAAN PERESMIAN

 

  1. Waktu Peresmian.

Hari /tanggal : Kamis / tanggal 26 Maret 2015

Pada Pukul : 09.00 s.d 11.30 WIB

Bertempatdi : Kantor Pertanahan Kota Salatiga , Jl. Imam Bonjol No. 42 Kota Salatiga.

  1. Struktur Kepanitiaan.
  2. Penanggung Jawab Kegiatan : Kepala Kantor Pertanahan Kota Salatiga, Ronald F.P.M. Lumban Gaol, SH, M.M.
  3. Ketua Pelaksana Kegiatan : Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Ir. Sri Kusrini Maruti,M.Si.
  4. Sekretaris : Kepala Sub Seksi Tematik dan Potensi Tanah, Bayu Indarto,S.Sit, M.H.
  5. Bendahara : Kepala sub Seksi Penetapan Hak, Nur Sholikin, S.P.
  6. Koordinator Acara : Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberdayaan, Sri Yanti Achmad, A.Ptnh,S.H, M.Kn.
  7. Koordinator Penataan Ruang : Kepala Seksi Pengaturan dan Penataan Pertanahan, Nurakhmi Suryandari, A.Ptnh.
  8. Koordinator Seksi Konsumsi : Kepala Seksi Survei Pengukuran dan Pemetaan, Dra.Endang Kinasih, L.S, M.M.
  9. Koordinator Urusan Tamu Undangan & Pembagian Sertipikat : Kepala Seksi hak Tanah dan Pendaftaran Tanah, Anna Pudjiatuti, S.H.
  10. Koordinator Keamanan :Kepala Seksi Sengketa, Konflik dan Perkara, Haryatmo,A.Ptnh, SH,M.H.
  11. Koordinator Perlengkapan : Kepala Urusan Perencanaan dan Keuangan, M. Rosyid Afiyanto, A.Md.
  12. Koordinator Seksi Dokumentasi : Kepala Sub Seksi Pengendalian Pertanahan, Dwi Haryo Suseno, BSc.
  13. Pembantu Umum : Kepala Urusan Umum dan Kepegawaian, Sri Suhasmi,S.H. dan Kepala Sub Seksi Pemberdayaan Masyarakat, M.Taufiq Purwanto.

 

  1. Rangkaian Acara Peresmian.

Sebelum acara peresmian dimulai Menteri Agraria dan Tata Ruang /Kepala Badan Pertanahan Nasional Bpk . Fery Mursyidan Baldan, berkenan transit di ruang Kepala Kantor Pertanahan Kota Salatiga. Sementara menunggu Bapak Menteri, untuk menghibur segenap hadirin, ditampilkan tari tradisional dari Jawa Tengah, yaitu Tari Gamyong, yang diperagakan oleh anak-anak dari Sanggar Tari Savitri Salatiga.Susunan acara inti dari peresmian adalah sebagai berikut :

  1. Pembukaan oleh Pembawa Acara, Sdr. Donna staf Kanwil BPN Provinsi Jawa tengah.
  2. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dengan dirijen Sdr.Amin Retniati,SE Staf Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah Kantor Pertanahan Kota Salatiga.
  3. Pembacaan Doa, oleh Sdr. Nurul Hasani, Staf Seksi Survei Pengukuran dan Pemetaan Kantor Pertanahan Kota Salatiga.
  4. Laporan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah, Bpk. Ir Ronny Kusuma Yudistiro,M.M.
  5. Sambutan Selamat Datang oleh Walikota Salatiga yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Bpk. Drs. Agus Rudianto,M.M.
  6. Penyerahan Sertipikat Tanah secara Simbolik.
  7. Penandatanganan Prasasti Peresmian Gedung Kantor Pertanahan Kota Salatiga.
  8. Sambutan Menteri Agraria dan Tata Ruang /Kepala Badan Pertanahan Nasional Bapak Fery Mursyidan Baldan.
  9. Peninjauan Gedung Kantor Pertanahan Kota Salatiga.
  • Penanaman Pohon langka oleh Menteri Agraria dan dan Tata Ruang /Kepala Badan Pertanahan Nasional Bpk . Fery Mursyidan Baldan.
  • Peninjauan Stand Pameran Akses Reform Kantor Pertanahan Kabupaten Semarang oleh Menteri beserta seluruh rombongan.
  • Peresmian Mushola ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang /Kepala Badan Pertanahan Nasional Bpk . Fery Mursyidan Baldan. Pada kesempatan tersebut Bapak Menteri berkenan untuk memberikan nama dari Mushola Kantor Pertanahan Kota Salatiga, yaitu MUSHOLA AR-RAHMAN.
  • Penutupan, ditandai Foto Bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang /Kepala Badan Pertanahan Nasional Bpk . Fery Mursyidan Baldan.
  1. Tamu Undangan

Pada acara peresmian Kantor Pertanahan Kota Salatiga, dihadiri sebanyak 250 orang tamu undangan dari berbagai unsur sebagai berikut :

  • Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional, beserta rombongan.
  • Deputi Bidang Survei Pengukuran dan Pemetaan , beserta rombongan.
  • Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Tengah beserta Kepala Bidang dan rombongan.
  • Kepala Kantor Pertanahan se-Karesidenan Semarang beserta Pejabat Eselon 4 dan rombongan .
  • Sekretaris Daerah Kota Salatiga.
  • Seluruh Pimpinan Instansi terkait di Pemerintah Kota Salatiga.
  • Ketua Dewan Perwakilan Rakyat di Kota Salatiga.
  • KAPOLRES Kota Salatiga.
  • Komandan KOREM 073/MKT Salatiga.
  • Komandan Kodim –Kota Salatiga
  • Komandan DENPOM Kota Salatiga.
  • Komandan Grop 2 KOPASUSS – Kartosuro.
  • Kepala Pengadilan Negeri Kota Salatiga.
  • Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Kota Salatiga.
  • Seluruh Pegawai Kantor Pertanahan Kota Salatiga.
  • Ibu Ketua dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Kantor Pertanahan Kota Salatiga.
  • Paguyuban Pensiunan Kantor Pertanahan Kota Salatiga.
  • Tamu undangan lainnya yang merupakan mitra kerja dari Kantor Pertanahan Kota Salatiga.

 

 

  1. Penerima Sertipikat secara Simbolik.

Pada acara Peresmian Gedung Kantor Pertanahan Kota Salatiga ini, Menteri Agraria dan Tata Ruang juga berkenan untuk juga meyerahkan sertipikat tanah secara simbolik, sebanyak 8 buah sebagai berikut :

  1. Pemerintah Kota Salatiga, Hak Pakai No.95 Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.
  2. Tri Rohmat (Nadzir), Hak Milik Wakaf No.10 Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.
  3. Indriyatno (Nadzir), Hak Milik Wakaf No.13 Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.
  4. Lasini, Hak Milik No. 5607 Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.
  5. Pemerintah Kabupaten Semarang, Hak Pakai No.77 Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
  6. Pemerintah Kabupaten Demak Hak Pakai No.77 Kelurahan Mangunjiwan, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak.
  7. PLN PERSERO, Hak Guna Bangunan No.16 Kelurahan Temurejo, Kecamatan Karangayun, Kabupaten Grobogan.
  8. Yayasan Wakaf Slamet Rahayu, Hak Milik Wakaf No. 36 Kelurahan Jambearum, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal.

 

  1. Pokok-Pokok Isi Sambutan Pada Acara Peresmian.

 

  1. Pokok-pokok isi Sambutan/ Laporan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Tengah, Bapak Ir. Ronny Kusuma Yudistiro,M.M. adalah sebagai berikut :
  • Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa Karena diberikan kesehatan sehingga acara peresmian Gedung Kantor Pertanahan Kota Salatiga bisa berjalan dengan baik.
  • Ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional sudah berkenan untuk hadir dan meresmikan hasil pembangunan gedung, di lingkungan Kanwil BPN Propinsi Jawa Tengah.
  • Melaporkan bahwa di Provinsi Jawa Tengah pada Tahun Anggaran 2014, membangun 4 (empat) buah gedung masing-masing sebagai berikut :

– Gedung Kantor Pertanahan Kota Salatiga seluas 954 m2 dengan biaya 2,5 M

-Gedung Kantor Pertanahan Kabupaten Rembang seluas 400 m2 dengan biaya 1,7 M

-Gedung Kantor Pertanahan Kabupaten Blora seluas 735 m2 dengan biaya 3,2 M

-Gedung Arsip Kantor Pertanahan Kabupaten Wonosobo seluas 253 m2 dengan biaya 1,9 M.

  • Untuk selanjutnya mohon perkenan Bapak Menteri untuk meresmikan keempat bangunan gedung tersebut di atas dengan menandatangani prasasti yang telah disiapkan.
  • Pada saat ini keempat Kantor Pertanahan tersebut di atas juga akan menyerahkan sebanyak 26 sertipikat tanah dengan perincian sebagai berikut :

-Kota Salatiga 8 buah terdiri dari sertipikat tanah Hak Milik, Hak Guna Bangunan, Hak Pakai dan wakaf.

-Kabupaten Wonosobo 5 buah terdiri dari sertipikat tanah Hak Milik, Hak Guna Bangunan dan wakaf.

-Kabupaten Blora 5 buah terdiri dari sertipikat tanah Hak Milik, Hak Guna Bangunan, Hak Pakai dan wakaf.

-Kabupaten Rembang 8 buah terdiri dari sertipikat tanah Hak Milik, Hak Guna , Hak Pakai dan wakaf.

Selanjutnya mohon perkenan Bapak Menteri Untuk menyerahkan sertipikat tanah secara simbolik yang sudah disiapkan oleh panitia.

  • Mohon maaf apabila dalam penyambutan Bapak Menteri masih terdapat kekurangan dan terimakasih kepada panitia yang telah mempersiapkan acara peresmian.

 

 

  1. Pokok-Pokok Isi Sambutan Walikota Salatiga yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Salatiga Bapak Drs.Agus Rudianto,M.M. adalah sebagai berikut :
  • Kantor Pertanahan Kota Salatiga  merupakan  instansi pelayanan  publik yang merupakan jajaran dari Badan Pertanahan Nasional. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2015 tentang Badan Pertanahan Nasional, merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden.

 

  • Sejalan dengan tuntutan perkembangan jaman instansi pelayanan publik harus senantiasa meningkatkan pelayanannya, dengan menambah sarana dan prasarana,antara lain berupa pembangunan gedung kantor.

 

  • Pada Tahun Anggaran 2014 Kantor Pertanahan Kota Salatiga mendapatkan alokasi dana APBN (Rupiah Murni) yang tertuang dalam DIPA kantor sebesar RP 2.400.000.000,00 (Dua milyar empat ratus juta rupiah) dengan realisasi nilai gedung sebesar Rp. 2.380.772.000 ( Dua milyard tigaratus delapan puluh juta tujuh ratus tujuh puluh dua ribu rupiah ).

 

  • Dalam hal renovasi Kantor Pertanahan ini,Pemerintah Kota Salatiga  ikut  andil dalam proses pelelangan penyedia jasanya,yaitu melalui ULP (Unit LayananPengadaan) Pemerintah Kota Salatiga dengan cara LPSE, lelang secara elektronik, sehingga tidak ada pertemuan langsung dengan penyedia jasa.

 

  • Pada saat ini renovasi sudah selesai dan diresmikan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional, semoga nantinya dapat memberikan peningkatan pelayanan bagi masyarakat Kota Salatiga.

 

  • Pada kesempatan ini juga akan diserahkan sertipikat tanah secara simbolis. Maka kami mewakili masyarakat Kota Salatiga mengucapkan terimakasih karena masyarakat telah mendapatkan HakAtas Tanah yang telah dijamin kepastian hukumnya.

 

  • Harapan saya bahwa pembangunan prasarana gedung ini akan dibarengi dengan perubahan mentalitas dan mindset seluruh pegawai Kantor Pertanahan Kota Salatiga kearah kebaikan untuk selalu mengedepankan pelayanan kepada masyarakat Kota Salatiga di atas kepentingan yang lain
  1. Pokok-Pokok Isi Pidato Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional, Bapak Fery Mursyidan Baldan, sebagai berikut :
  • Pertama-tama mengucapkan permohonan maaf seharusnya datang kemarin untuk meresmikan sekaligus di empat Kantor Pertanahan di Jawa tengah, yaitu Salatiga, Rembang, Blora dan Wonosobo, Namun baru terealisasi hari ini. Kenapa Menteri berkenan datang ke Peresmian Gedung, karena tidak hanya peresmian fisiknya saja yang dilihat tetapi peresmian ini sebagai symbol,kami ingin menunjukkan bahwa lembaga kementerian ini siap dalam memberbaiki pelayanan. Kemegahan bangunan fisik harus diikuti dengan pelayanan yang baik, semua pegawai harus siap tersenyum saat melayani masyarakat.
  • Masyarakat yang datang ke Kantor Pertanahan tidak hanya minta cepat selesainya urusan, namun juga minta keramahan, solusi, respon dari petugas dan kemudahan-kemudahan dalam pengurusan sertipikat tanah. Komitmennya harus menyenangkan masyarakat.
  • Petugas loket (front office) merupakan garda terdepan, maka pegawai yang ditempatkan di loket harus yang benar-benar berkarakter baik, ramah dan responsive. Tugas pimpinan adalah mengawal para staf dalam melayani masyarakat tersebut.
  • Baru kemarin Menteri dalam sehari dapat menandatangani 29 proses HGU di seluruh Indonesia, dari Papua sampai Aceh, artinya bahwa sebenarnya tidak ada kesulitan. Hal itu menandakan bahwa kami sedang melakukan pembenahan , juga sedang menyiapkan pelayanan On line,namun tidak semua masyarakat familier dengan teknologi. Intinya semua akan menjadi media dalam memberi kemudahan bagi masyarakat termasukWeekend service (pelayanan sabtu minggu).
  • Saat ini sedang disiapkan juga instrument / payung hukum yang akan memberi kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan misalnya konsolidasi tarif, sebagai patokan bagi PPAT, sehingga tidak akan rumit dalam memberikan tarif ke masyarakat.
  • Adanya wacana membuatloket khusus bagi corporate, misalnya Pemerintah daerah atau instansi pemerintah, TNI dsb juga yang melalui PPAT. Hal itu dimasudkan agar kinerja pelayanan bisa dikontrol. Namun tidak buka setiap hari, bisa seminggu dua kali saja,asalada jadwal yang jelas. PPAT datang ke Counter jika hanya ada permasalahan yang harus dikonsultasikan. Semua itu bertujuan untuk memberikan kepastian hak secara jelas dan efektif.Loket tidak menerima uang cash namun memakai jasa perbankan, sehingga ada dua hal yaitu : kemudahan dan kelas pelayanan.
  • Kepada instansi pemerintah yang mempunyai asset tanah silakan disertipikatkan, bagi yang belum bersertipikat. Sertipikasi penting untuk menghindari tanah-tanah tak bertuan.
  • Semua bidang tanah punya riwayat yang berhubungan dengan kehidupan manusia, maka akan bisa ditelusuri apabila ada sengketa dalam memproses sertipikasinya, akan dimediasikan. BPN akan mengadvokasi dalam hal kesadaran hak atas tanah.
  • Kelemahan masyarakat harus diproteksi dan dibantu, maka untuk peserta PRONA yang dipentingkan bukan segmentasinya tapi teritorialnya, hal itu untuk menjamin rasa keadilan, harus secara sistematik seluruh desa.
  • Dalam Haltanah HGU yang diterlantarkan, tidak boleh langsung diperpanjang. Jadi harus menggunakan kewenangan yang ada untuk melawan investor yang semena-mena. Pada saat ini kami sedang membuat design HGU tidak boleh diagunkan ke Bank. Karena hal itu berarti membiarkan penyia-nyiaan potensi lahan.Pastilah orang itu tidak punya modal, minta hak tapi tidak mampu menggarap. Maka setelah terbit HGU, selama 3 tahun tidak boleh diagunkan. Tidak boleh semangat kepemilikan dan penguasaan lebih mengemuka dari pada semangat kemanfaatan.
  • Menggunakan sosial media misalnya twiter dalam hal memantau proses pelayanan pertanahan, juga untuk menyentuh semua terutama jajaran BPN sendiri dalam meningkatkan kinerjanya.
  • Kedepan dalam berbagai program pemerintah BPN ikut mengontrol program pemerintah tersebut, misalnya yang memerlukan tanah bagi kepentingan umum maka tanah tersebut akan di fresh (diblog) tidak boleh ada peralihan haknya.atau tidak boleh ada pengalihan status kepemilikan.
  • Terakhir kembali lagi saya tekankan bahwa kata kuncinya adalah keramahan dalam hal menyelesaikan permasalahan pertanahan. Setiap saat kamiakan mengadakan evaluasi langkah-langkah untuk mempebaiki lembaga dari waktu ke waktu. Menjadi instansi yang terbuka, bersinergi dengan semua pihak, termasuk pemerintah daerah. Kebijakan pertanahan harus sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah juga, maka harus utuh, kompak, penuh kebersamaan sebagai satu–kesatuan dari pemerintah, yang siap melayani masyarakat

 

 

  1. FOTO-FOTO PERESMIAN

 

 

Menteri ATR/Ka BPN bersama Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah dan  Kepala Kantor Pertanahan Kota Salatiga.

 

 

Pidato Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional,

Bapak Fery Mursyidan Baldan.

 

 

Penyerahan Sertipikat tanah secara simbolik oleh Menteri ATR/Ka. BPN

 

 

Foto bersama para penerima sertipikat tanah.

 

 

Penandatanganan Prasasti sebagai tanda diresmikannya Gedung Kantor Pertanahan Kota Salatiga.

 

Menteri bersama Kepala Kantor Pertanahan dan Petugas Front office Kantor Pertanahan Kota Salatiga, siap melayani masyarakat dengan keramahan dan senyuman.

Menteri berpesan kepada Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Pertanahan Kota Salatiga

agar ruangan kantor di design berwarna-warni, sehingga semarak dan tidak monoton.

 

Menteri meninjau peta pada Seksi Pengaturan & Penataan Pertanahan

Kantor Pertanahan Kota Salatiga.

 

Menteri meninjau proses pengetikan sertipikat tanah, pada Seksi Hak Tanah & Pendaftaran Tanah Kantor Pertanahan Kota Salatiga.

 

  1. PENUTUP

Demikian BukuLaporan Peresmian Gedung Kantor Pertanahan Kota Salatiga, yang beralamat di jalan Imam Bonjol No.42 Kota Salatiga. Acara tersebut telah sukses diresmikan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional Bapak Fery Musyidan Baldan.

Semoga apa yang dimuat dalam buku ini bermanfaat bagi semua pihak,dapat memberikan gambaran dari acara peresmian yang cukup meriah. Hal itu merupakan kejadian yang membanggakan, sekaligus hari yang bersejarah bagi jajaran Badan Pertanahan Nasional, khususnya bagi segenap Keluarga Besar Kantor Pertanahan Kota Salatiga. Semoga kesuksesan tersebut dapat memberi semangat bagi kami dalam meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat di Bidang Pertanahan.Aamiin.

 

 

———-***———-

 

A. LATAR BELAKANG

 

Kemiskinan merupakan permasalahan bangsa yang mendesak dan memerlukan langkah-langkah penanganan dan pendekatan yang sistemik, terpadu dan menyeluruh. Dalam rangka memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar warga negara, diperlukan langkah-­langkah strategis dan komprehensif. Angka kemiskinan di Indonesia dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Penanggulangan kemiskinan yang komprehensif memerlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha (sektor swasta) dan masyarakat merupakan pihak-pihak yang memiliki tanggungjawab sama terhadap penanggulangan kemiskinan. Pemerintah telah melaksanakan penanggulangan kemiskinan melalui berbagai program dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar warga negara secara layak, meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat miskin, penguatan kelembagaan sosial ekonomi masyarakat serta melaksanakan percepatan pembangunan daerah tertinggal dalam upaya mencapai masyarakat Indonesia yang sejahtera, demokratis dan berkeadilan.

Bentuk kemiskinan dalam konteks “pendekatan pemenuhan kebutuhan dasar” (basic need approach) merupakan ketidakmampuan seseorang, suatu keluarga atau sekelompok masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasarnya baik itu dalam soal pangan maupun non pangan seperti pendidikan dasar, kesehatan, perumahan. (Riadhi, 2012)

Pendekatan kebutuhan dasar adalah salah satu pendekatan utama untuk pengukuran kemiskinan absolut. Ia mencoba untuk menentukan sumber daya minimum mutlak diperlukan untuk jangka panjang kesejahteraan fisik, biasanya dalam hal barangkonsumsi. Garis kemiskinan tersebut kemudian didefinisikan sebagai jumlah pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. (Wikipedia,2010)

Dalam daftar tradisional langsung yang termasuk kebutuhan dasar” adalah makanan (termasuk air), tempat tinggal, dan pakaian. Namun dalam banyak daftar modern yang menekankan tingkat minimum konsumsi kebutuhan dasar dari bukan hanya makanan, air, dan tempat tinggal, tetapi juga sanitasi, pendidikan, dan kesehatan. Lembaga yang berbeda menggunakan daftar yang berbeda.Terkait pendekatan kebutuhan dasar,  bedasarkan dari karya Amartya Sen, lebih terfokus padakemampuandaripadakonsumsi.                               Walaupun perumahan adalah salah satu kebutuhan dasar, namun demikian masih banyak sebagian masyarakat yang tidak mendapatkan perumahan yang layak. Mereka tinggal di kawasan kumuh.

Dari Wikipedia bisa diketahui bahwa kawasan kumuh adalah sebuah kawasan dengan tingkat kepadatan populasi tinggi di sebuah kota yang umumnya dihuni oleh masyarakat miskin. Kawasan kumuh dapat ditemui di berbagai kota besar di dunia. Kawasan kumuh umumnya dihubung-hubungkan dengan tingkat kemiskinan dan pengangguran tinggi. Kawasan kumuh dapat pula menjadi sumber masalah sosial seperti kejahatan, obat-obatan terlarang dan minuman keras. Di berbagai negara miskin, kawasan kumuh juga menjadi pusat masalah kesehatan karena kondisinya yang tidak higienis.

Di berbagai kawasan kumuh, khususnya di negara-negara miskin, penduduk tinggal di kawasan yang sangat berdekatan sehingga sangat sulit untuk dilewati kendaraan seperti ambulans dan pemadam kebakaran. Kurangnya pelayanan pembuangan sampah juga mengakibatkan sampah yang bertumpuk-tumpuk.

Banyak masyarakat yang tinggal di lokasi kumuh pada permukiman non formal (informal settlement). Permukiman non formal yaitu lokasi permukiman yang sebenarnya tidak layak untuk permukiman, misalnya di bantaran sungai, bantaran rel kereta api dan di areal kumuh yang lain.  Dengan kata lain masyarakat menempati hunian illegal. Bangunan yang ditempati sebagai rumah tersebut berdiri di atas tanah-tanah yang belum berstatus, atau sudah  bersertipikat namun bukan atas nama diri nya. Hal itu dikarenakan, pemilik tanah tidak menempati tanah tersebut dan membiarkan tanahnya terlantar, sehingga terjadi penyerobotan tanah oleh sekelompok masyarakat pendatang.

Ada sejumlah lokasi kumuh Kota Surakarta (lokasi di sini dimaksudkan adalah lebih sempit dari kawasan). Diantara lokasi kumuh tersebut merupakan permukiman non formal yang dihuni oleh sekelompok masyarakat.  Permukiman non formal tersebar di lima kecamatan  yaitu Kecamatan Jebres, Banjarsari, Serengan, Laweyan dan Pasar Kliwon. Masyarakat yang tinggal di situ adalah asal muasalnya adalah pendatang dari luar Kota Surakarta. Misalnya Kabupaten : Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Klaten, Sragen dan Boyolali.

 Keadaan permukiman non formal selain kumuh, dan padat penduduknya juga terdapat konflik pertanahan. Ada tanah yang sudah berseripikat namun ada juga tanah-tanahnya belum berstatus atau dengan kata lain masyarakat tidak punya hak yang legal atas tanah yang mereka tempati. Mereka datang ke Surakarta dengan tujuan untuk mencari mata pencaharian. Setelah mendapatkannya, misalnya menjadi buruh atau pedagang asongan, mereka lalu membuat rumah di lokasi tersebut.  Mula-mula mereka mendirikan rumah non permanen misalnya berdinding triplek, bamboo atau bahkan kardus. Setelah mempunyai penghasilan tetap, mereka memperbaikinya menjadi rumah semi permanan. Dengan didinding separoh terbuat dari batubata (tembok).

Masalah yang sering timbul pada permukiman informal, biasanya selain sanitasi lingkungan juga adanya konflik pertanahan. Ada beberapa tipe konflik pertanahan. Yaitu konflik antara masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan individu (perorangan), masyarakat dengan pemerintah atau masyarakat dengan badan hukum swasta. Contoh konflik antara masyarakat dengan individu adalah ketika terjadi penyerobotan tanah-tanah yang tidak ditempati oleh pemiliknya.

Makalah ini akan menceritakan, kegiatan  6 (enam ) tahun yang lalu, yang dilakukan oleh Kantor Pertanahan Kota Surakarta bersama-sama dengan seluruh stakeholder Pemerintah Kota Surakarta. Pada saat itu, saya selalu penulis masih menjabat sebagai Kepala Sub Seksi Pemberdayaan Masyarakat pada Kantor Pertanahan Kota Surakarta, yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.  Kegiatan dimaksud adalah penanganan  permukiman non formal di Kampung Kragilan, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Lokasi tersebut selain kumuh juga adanya konflik pertanahan. Konflik pertanahan terjadi antara sejumlah pemilik tanah di situ dengan sekelompok masyarakat penyerobot tanah, yang menempati tanah tersebut sejak tahun 1997. Pada tahun 2006, BPN bersama-sama seluruh stakeholder Pemerintah Kota Surakarta mengambil tindakan yang dikemas dalam nama program “Akses Reform”.  Program berkesinambungan dari tahun ke tahun, yang terdiri dari beberapa tahap. Yaitu dari mediasi konflik, pemberian legalisasi asset tanah (sertipikasi tanah), hingga akhirnya pemberdayaan masyarakat miskin di lokasi kumuh tersebut, untuk meningkatkan kesejahteraannya. Menurut penulis kegiatan dalam penanggulangan kemiskinan bagi masyarakat dengan pendekatan pemenuhan kebutuhan dasar (basic need approach) sangat sayang jika tidak dibuat laporan secara tertulis. Karena sangat benrmanfaat bagi masyarakat khususnya, dan untuk berbagi pengalaman  kepada semua orang yang kebetulan membaca  tulisan ini.

Penulis mencoba memaparkan, melalui tugas yang diberikan oleh Bpk, Y.Slamet, PhD  sebagai dosen yang mengampu kuliah Mata Kuliah  Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan pada Program Studi Magister Administrasi Publik, Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Judul yang diambil dalam makalah ini adalah : “LEGALISASI  ASET  TANAH UNTUK  PENANGGULANGAN  KEMISKINAN (Perspektif pendekatan pemenuhan kebutuhan dasar/ Basic Need Approach) “

 

B. PERMASALAHAN

Masyarakat yang tinggal di lokasi kumuh pada permukiman non formal di Kota Surakarta, sebenarnya di daerah asalnya bukanlah dikategorikan sebagai masyarakat miskin karena mereka punya lahan pertanaian dari orang tuanya. Mereka melakukan urbanisasi dari desa luar Kota Surakarta ke Kota Surakarta, maka masyarakat tersebut adalah menjadi masyarakat miskin perkotaan yang penuh dengan segudang permasalahan khususnya masalah pertanahan. Melalui makalah ini disampaikan rumusan masalah sebagai berikut :  “Bagaimana Upaya penanggulangan kemiskinan masyarakat yang tinggal di lokasi kumuh kampung Kragilan, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari  di Kota Surakarta melalui legalisasi asset tanah ? “ 

 

C. PEMBAHASAN

1. Situasi dan kondisi Lokasi Kegiatan.

Lokasi  kegiatan termasuk dalam kategori “Kumuh”. Lokasi Kumuh tersebut  yang akan dijadikan pilot project dalam kegiatan pengentasan kemiskinan melalui legalisasi asset (sertipikasi) tanah oleh BPN (dalam hal ini Kantor Pertanahan Kota Surakarta) bersama-sama dengan seluruh stakeholder.  Tepatnya di Kampung Kragilan, RT.08 RW. 24  Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Kampung Kragilan Merupakan daerah yang paling utara di kota Surakarta yang letaknya  dekat dengan perbatasan  Kabupaten Karanganyar. 

Pertimbangannya adalah, di Kampung Kragilan sudah terjadi konflik pertanahan sejak tahun 1997. Konflik terjadi antara 16 pemegang sertipikat hak atas tanah dengan 54 orang penggarap (okupusan pendatang dari luar daerah tanah tersebut ). Masyarakat penggarap masuk dalam kategori miskin, tidak mempunyai mata pencaharian tetap dan tingkat pendidikan rendah. Namun memungkinkan untuk diberdayakan dengan paket ketrampilan dan pendidikan.

Lokasi tersebut seluas + 2.300 m2, dengan situasi dan kondisi yang kumuh. Dalam Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) , termasuk dalam jenis penggunaan permukiman perkotaan.  Belum ada akses jalan kampung. Kondisi rumah masih non permanan ada yang terbuat dari  triplek, bambu bahkan ada yang dari kardus. Belum ada fasilitas  permukiman seperti saluran air bersih dan listrik.

 

2. Stakeholder yang berperan dalam kegiatan.

Stakeholder yang berasal dari Pemerintah Kota Surakarta adalah sebagai berikut :

1.      Walikota Surakarta (pada saat itu adalah  Bp. Joko Wi)

2.      BPN RI, dalam hal ini adalah Kantor Pertanahan Kota Surakarta.

3.      Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal Kota Surakarta. (Disperindag)

4.      Dinas Kesejahteraan Rakyat dan Pemberdayaan Perempuan Kota Surakarta. (DKRPP)

5.      Dinas Pekerjaan Umum Kota Surakarta. (DPU)

6.      Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta.

7.      Kantor Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Surakarta.

8.      Kantor Bapeda Kota Surakarta.

9.      Dinas Tata Kota, Kota Surakarta.

10.  Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kota Surakarta.

11.  Bagian Pemerintahan Kota Surakarta.

12.  Kantor Asset Daerah Kota Surakarta.

13.  Camat Banjarsari, Kota Surakarta.

14.  Kelurahan Kadipiro, Kota Surakarta.

15.  Kantor PD Bank Pasar.

16.  Perusahaan Daerah Air Minum Kota Surakarta (PDAM).

Stakeholder yang lain adalah masyarakat pemilik tanah / pemegang sertipikat tanah  dan masyarakat penggarap (yang sudah menempati tanah tersebut sejak tahun 1997).  Seluruh stake holder bekerja sama menjadi suatu “team work”  dari kegiatan pengentasan  kemiskinan di Kampung Kragilan dan berusaha menciptakan suatu kawasan yang aman, tertib , sehat serta memberikan kesejahteraan masyarakat  dan kemandirian masyarakat dengan  membuka simpul-simpul perekonomian bagi mereka.

 

 

3. Tahapan Kegiatan yang dilakukan

a)      Mediasi penyelesaian konflik.

Mediasi dilakukan oleh Kantor Pertanahan di bantu Camat dan lurah setempat. Musyawarah penyelesaian konflik dimulai sejak bulan Oktober 2006. Untuk musyawarah dibentuk kelompok perwakilan antar pihak. Musyawarah dilakukan sebanyak Sembilan kali pertemuan dan dicapai suatu kesepakatan pada tanggal 5 Desenber 2006. Kesepakatan itu adalah bahwa pemegang sertipikat bersedia melepaskan haknya dengan menerima ganti rugi antara Rp 20.000,- per m2 (dua puluh ribu rupiah per meter) s.d. Rp 50.000,- per m2 (lima puluh ribu rupiah per meter persegi ) sesuai kesepakatan dan lokasi tanahnya.  Sedangkan pihak penggarap (okupusan) memperoleh tanah yang selama ini ditempati, dengan membayar ganti rugi dengan nilai seperti yang telah disebutkan di atas.

 

b)     Penataan lingkungan.

Penataan lingkungan di lokasi tersebut dilakukan oleh Kantor PertanahanKota Surakarta dan Dinas Tata Kota, Kota Surakarta. Penataan lingkungan tersebut adalah sebagai berikut :

·         Masing-masing penggarap mendapatkan kapling tanah seluas +  50 m2 (lima puluh meter persegi)

·         Lebar jalan 2 (dua) meter dengan saluran kiri kanan jalan selebar 0,25 meter  (dua puluh lima sentimeter)

·         Kapling untuk fasilitas umum, tempat pertemuan warga, seluas  100 m2 (seratus meter persegi).

 

c)      Legalisasi Asset Tanah (pensertipikatan tanah). 

Penguatan hak atas tanah melaui Sertipikasi tanah, bertujuan untuk tertib hukum dan administrasi pertanahan. Selain itu sertipikat juga untuk menjamin kepastian hukum bagi pemegangnya serta, meminimalisir terjadinya konflik sengketa batas dan sengketa kepemilikan tanah. Sertipikat juga mempunya nilai ekonomis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena bisa diagunakan di Bank sebagai jaminan dalam meminjam uang untuk permodalan.

Sertipikasi untuk bidang tanah-tanah di lokasi kegiatan dilakukan  oleh Kantor Pertanahan Kota Surakarta dengan biaya APBN sehingga masyarakat tidak perlu membayar biaya administrasi pendaftaran tanah. Sertipikat Hak Atas Tanah atas nama masing-masing penggarap , telah diselesaikan oleh Kantor Pertanahan Kota Surakarta. Pada tanggal 9 Maret 2007 diserahkan langsung oleh Walikota Surakarta yang pada saat itu adalah Bp. Joko Widodo (Joko Wi), yang pada saat ini telah menjabat sebagai Gubernur DKI.

 

d)     Pemberian kredit oleh Bank Pasar.

 Sertipikat hak atas tanah yang telah diberikan sebagai agunan. Tiap pemegang sertipikat hak atas tanah mendapatkan kredit konsumtif sebesar Rp 2.500.000,- (dua juta lima ratus rupiah) untuk membayar ganti rugi terhadap tanah yang mereka tempati kepada pemilik tanah. Pemberiang kredit oleh PD Bank Pasar Kota Surakarta terealisasi pada tanggal 12 Maret 2007.  Apabila pengangsuran lancar mereka boleh mengajukan kredit lagi tetapi digunakan untuk modal usaha.

 

e)      Pembangunan sarana prasarana.

Pembangunan saran prasarana pada lokasi kegiatan  meliputi :

·         Perataan dan pengerasan (pematangan) jalan. Semula tanah ditimbun dengan batuan.

·         Pembuatan saluran drainase  dengan batu bata, selebar 0,25 m (dua puluh lima sentimeter), disepanjang kanan kiri jalan  oleh DPU.

·         Pemasangan paving oleh DPU, dengan biaya APBD tahun 2007.

·         Perbaikan rumah tak layak huni oleh DKRPP. Mula-mula bangunan rumah yang mereka tempati termasuk non permanen. Terbuat dari triplek, bambu (gedheg) atau bahkan ada yang terbuat dari kardus. Masing masing kepala keluarga (KK) mendapatkan bantuan anggaran sebesar Rp 2.000.000,- (dua juta rupiah). Dana tersebut dikelola oleh kelompok kerja (pokja) dan dipergunakan untuk membangun rumah mereka secara gotong royong. Akhirnya rumah mereka bisa menjadi rumah semi permanen dengan sebagian batu-bata dan di plester. Dibagian atas  menggunakan papan kayu.

·         Pembuatan MCK (mandi cuci kakus) dan pemasangan saluran air bersih oleh PDAM.

Pembangunan sarana prasarana di atas  merupakan strategi dalam pena- nggulangan kemiskinan  dengan jalan meningkatkan akses terhadap pelayanan dasar. Dalam hal ini adalah memperbaiki akses kelompok masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar yaitu pelayanan kesehatan, air bersih dan sanitasi, serta pangan dan gizi akan membantu mengurangi biaya yang harus dikeluarkan oleh kelompok masyarakat miskin. Disisi lain peningkatan akses terhadap pelayanan dasar mendorong peningkatan investasi modal manusia (human capital). 

Salah satu bentuk peningkatan akses pelayanan dasar penduduk miskin terpenting adalah peningkatan akses pendidikan. Pendidikan harus diutamakan mengingat dalam jangka panjang ia merupakan cara yang efektif bagi penduduk miskin untuk keluar dari kemiskinan. Sebaliknya, kesenjangan pelayanan pendidikan antara penduduk miskin dan tidak miskin akan melestarikan kemiskinan melalui pewarisan kemiskinan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Anak-anak dari keluarga miskin yang tidak dapat mencapai tingkat pendidikan yang mencukupi sangat besar kemungkinannya untuk tetap miskin sepanjang hidupnya.

 

 

f)  Memberikan paket  pendidikan ketrampilan.

            Salah satu bentuk peningkatan akses pelayanan dasar penduduk miskin terpenting adalah peningkatan akses pendidikan. Pendidikan harus diutamakan mengingat dalam jangka panjang ia merupakan cara yang efektif bagi penduduk miskin untuk keluar dari kemiskinan. Sebaliknya, kesenjangan pelayanan pendidikan antara penduduk miskin dan tidak miskin akan melestarikan kemiskinan melalui pewarisan kemiskinan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

 Paket pendidikan dan ketrampilan di lokasi kegiatan meliputi :

·         Kursus menjahit oleh Dinas Tenaga Kerja, dengan biaya APBD tahun 2007. Untuk kursus menjahit dilakukan pada bulan Mei 2007, diperuntukkan bagi ibu-ibu di lokasi tersebut.

·         Kursus menyulam bagi remaja putri

·         Kursus perbengkelan bagi bapak-bapak dan remaja laki-laki..

·         Kursus pendidikan home industry snack Disperindag. Seluruh warga masyarakat disitu khususnya ibu-ibu, menjadi peserta kursus. Mereka dibawa ke Akademi Tarakanita Yogyakarta pada tanggal 23-24 Pebruari 2007, untuk mendapatkan pendidikan pembuatan kue. Untuk selanjutnya mereka bisa memproduksi kue dan memasarkannya.

 

g)   Penyuluhan Kadarkum.  

Penyuluhan Kesadaran Hukum (Kadarkum) oleh Bagian Hukum dan HAM Pemerintah Kota Surakarta. Penyuluhan dimaksudkan agar masyarakat miskin dilokasi kegiatan tahu dan sadar akan hukum. Sadara akan kedudukan yang sama di mata hokum dengan masyarakat lainnya yang tidak miskin.

 

h) Pemberian bantuan peralatan home industry.

Pemberian bantuan peralatan home industry oleh Disperindag Kota Surakarta. Bantuan peralatan yang diberikan berupa kompor gas, wajan, oven dan peralatan masak lainnya, sejumlah 10 (sepuluh) paket.  Tidak setiap KK mendapatkan satu paket, melainkan satu kelompok mendapatkan satu paket. Mereka bisa menggunakan peralatan tersebut secara bergantian.

 

 

4. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan

Setelah tahapan-tahapan kegiatan selesai dilakukan, maka selanjutnya diadakan monitoring dan evaluasi. Monitoring dilakukan setiap bulan oleh Penulis yang saat itu menjabat sebagai Kepala Sub Seksi Pemberdayaan Masyarakat pada Kantor Pertanahan Kota Surakarta. Secara umum hasil yang didapat,  ternyata masyarakat disitu sudah lebih sejahtera dari pada sebelum adanya kegiatan.  Walaupun untuk berproduksi kue ternyata mengalami hambatan permodalan  juga sulit untuk memasarkan kue seperti yang  diajarkan oleh paket pendidikan ketrampilan pada kegiatan ini.  Mereka lebih banyak mencari pekerjaan sebagai tenaga serabutan, penjual asongan, atau pekerjaan lain yang sifatnya tidak membutuhkan modal sendiri.

Hasil monitoring yang dilakukan oleh penulis setelah lima tahun semenjak kegiatan dilakukan yaitu tahun 2012, memperoleh hasil sebagai berikut :

·      Dari masyarakat yang dulu mendapatkan perkreditan, ada satu orang yang “kredit macet” tidak dapat membayar angsuran. Namun pihak Bank Pasar memberi kelonggaran dengan tidak menyita sertipikat tanah tersebut. Hanya disuruh membayar pokok pinjaman saja.

·      Masyarakat yang sudah lunas pada kredit pertama, meneruskan dengan pengajuan kredit kedua pada Bank yang berbeda yaitu BRI Selo Katon sebesar Rp 5.000.000,- (lima juta).

Sedangkan  untuk hasil  evaluasi, yang dilakukan pada saat kegiatan berakhir, bisa dilihat pada tabel di bawah ini.

 

 

 

 

Tabel 1. Evaluasi Kegiatan Penanggulangan kemiskinan di Kampung Kragilan

Kelurahan Kadipiro Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta.

No.

Variabel

Sebelum kegiatan

Sesudah kegiatan

Keterangan

1.

Permasalahan Tanah

Ada Konflik

Tidak ada konflik

 

2.

Jumlah subyek hak  pemegang   sertipikat

 

16 orang

 

54 orang

 

3.

Type rumah

Non permanan

Semi permanan

 

4.

Dinding rumah

triplek,bambu,kardus

Batu bata tinggi 1 m

 

5.

Lantai rumah

tanah

plester

 

6.

Jalan

Tanah bergelombang

paving

 

7.

Saluran

tanah

Batu bata plester

 

8.

MCK

11 buah , (umum)

kondisi tidak layak.

21 buah, (pribadi)

kondisi layak

 

9.

Air bersih

Tidak ada

Ada, sumur pompa

 

10.

Fasilitas umum

Tidak ada

Ada balai pertemuan

Seluas 100 m2

11.

listrik

Tidak ada

Ada

 

12.

Jumlah pengangguran

11 orang

3 orang

lansia

13.

Penghasilan

Rp 0 ,-

Rp 500.000,-

Rata-rata per kk

14.

Pola pikir

Pasif, tertutup

Ekonomis, terbuka

Lebih percaya diri.

15.

Organisasi

Belum ada

Ada organisasi (punya pengurus)

Arisan, pengajian

Sumber : Kantor Pertanahan Kota Surakarta, 2007

 

 

 

 

D. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

 

            Penanggulangan kemiskinan yang komprehensif memerlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha (sektor swata) dan masyarakat merupakan pihak-pihak yang memiliki tanggungjawab sama terhadap penanggulangan kemiskinan. Pemerintah telah melaksanakan penanggulangan kemiskinan melalui berbagai program dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar warga negara secara layak, meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat miskin, penguatan kelembagaan sosial ekonomi masyarakat serta melaksanakan percepatan pembangunan daerah tertinggal dalam upaya mencapai masyarakat Indonesia yang sejahtera, demokratis dan berkeadilan.

            Kegiatan penanggulangan kemiskinan di kampung Kragilan Kelurahan Kadipiro Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta, melalui Legalisasi asset tanah, bisa dikatakan berhasil karena ada perbedaan pada kondisi masyarakat sebelum dan sesudah dilaksanakan kegiatan. Masyarakat yang dulu tinggal di tanah konflik, sekarang sudah diselesaikan. Masyarakat mempunyai sertipikat hak milik atas tanah yang mereka tempati. Dengan sertipikat tanah yang mereka miliki dapat dijadikan sebagai jaminan untuk pinjam uang di Bank, sehingga bisa dijadikan modal usaha untuk meningkatkan kesejahteraannya.

            Rekomendasi yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut :  bahwa  konsep  kegiatan  yang ditujukan untuk menanggulangi kemiskinan  misalnya   melalui  legalisasi asset  tanah ini sebenarnya dengan mekanisme atas-bawah (top-down), namun agar tetap  menyertakan partisipasi masyarakat.  Walaupun semua inisiatif program penanggulangan kemiskinan berasal dari pemerintah dalam hal ini BPN dan seluruh stakeholder  pemerintah daerah, demikian pula dengan penanganannya. Namun direkomendasikan agar petunjuk pelaksanaan kegiatan  harus  tetap memperhatikan karakteristik kelompok masyarakat miskin di daerah tersebut.  Sehingga, kegiatan  yang diberikan  mempunyai korelasi dengan prioritas dan kebutuhan masyarakat miskin setempat.  Dengan rekomendasi tersebut, diharapkan kegiatan-kegiatan   (program)  selanjutnya   bisa benar-benar  sebagai  upaya  penanggulangan kemiskinan menyeluruh yang  disertai dengan pemberdayaan masyarakat  dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

            Akhirnya, sebagai penutup, penulis berharap agar tulisan ini bermanfaat bagi semua pihak, khususnya bagi penulis sendiri, dan bagi semua pembaca pada umumnya. Aamiin.

REFERENSI

 

Kuncoro, Toro (2011)  Penanggulangan Kemiskinan Sebagai Prioritas Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah 2012, (Kompasiana : Kompas.com)

Riadhi Arisyi, Muhammad (2012) Strategi Pendekatan Kebutuhan Pokok , Universitas Gunadarma Jakarta, (Blogspot.com)

Suyono (2007) Penyelesaian Konflik Pertanahan dan Kawasan Kumuh Melalui Program Pembaharuan Agraria Nasional (PPAN) di Kota Surakarta, Kantor Pertanahan Kota Surakarta. 26 Halaman.

TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (2013) Sekilas Strategi Percepatan, Sekretariat Jl.Kebon Sirih Raya No. 35 Jakarta Pusat 10110

Wikipedia (2010)  Kawasan Kumuh,  Wikipedia Bahasa Indonesia Ensiklopedia Bebas.id.wikipedia.org/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tesis Maruti

Beruntung sekali, aku membaca sebuah Novel Karya Vanny Chrisma W, yang berjudul CANTIK. Novel tentang makna Hidup cantik dan menarik itu secara tidak sengaja aku temukan di Perpustakaan Desa, saat aku penyuluhan di situ…

Isi buku itu cocok sekali dengan apa yang sedang aku lakukan tiga minggu belakangan ini tepatnya sepulang dari Wisata ke Bandung. Seakan aku disadarkan bahwa apa yang aku pikirkan dan aku kerjakan adalah suatu kekonyolan.. hehehe Alhamdulillah aku segera menyadarinya.

Pada usia ku menjelang 43 ini, aku mengimpikan menjadi wanita yang Cantik, Kulit Segar, mempunyai tubuh langsing, sexy dan sehat tentunya.  Hal itu sah-sah sajakan … namanya juga keinginan, asal dilakukan dengan cara-cara yang benar, sehat masuk akal dan halal tentunya.

Kenapa aku bilang selama tiga minggu belakangan ini aku sebut dengan suatu kekonyolan? Yah tentu saja karena aku terkesan memaksakan diri dan cenderung menyiksa diri. Dari pola makan, dulu aku paling suka menikmati makanan enak, tanpa peduli apapun dan pasti nambah kalau makan hehehe. Sekarang aku sangat membatasi makanku, kadang cuma sekali dalam sahari itupun cuma sayuran dan buah-buahan. Bahkan sampai rasa lapar itu menyiksa sekali dan aku tetap menahannya untuk tidak makan apapun. Belum lagi ditambah set up yang aku lakukan tiap pagi sebanyak 50 kali lucu sekali. Namun untungnya untuk kegiatan ini aku tidak tersiksa hehehe Alhamdulillah.

Berita baiknya, emang sekarang body ku agak kencang, singset dan perutku tidak terlalu buncit, setidaknya itu menurut aku sendiri hehehehe… tapi yang bikin sebel beratku stabil aja sekitar 62 kg..hiks. Padahal tinggi cuma kira-kira 159 cm. pingin banget menurunkan 2 sampai 4 kg.

Tindakanku yang selalu bercermin berlama-lama untuk mengamati bodyku, setelah habis mandi, sebelum sholat, dan pada setiap ada kesempatan, ditambah diangan anggapanku bahwa aku gemuk. Adalah gejala awal dari penderita Anoreksia hihihi… ngeri.

Aku harus berterima kasih kepada Vanny Chrisma, karena dari bukunya yang menceritakan penderitaan seorang Gadis Anoreksia, itu membuka hati dan pikiranku.. betapa kita harus menerima apa adanya kondisi diri kita, anak kita, saudara kita juga  teman-teman di sekitar kita sebagaimana mereka adanya. Karena sebuah penolakan, hinaan terhadap seseorang karena bentuk fisiknya,  baik itu terlalu kurus atau terlalu gemuk oleh lingkungannya, akan berakibat sangat fatal bisa menyebabkan dia menjadi penderita anoreksia, salah satu penyakit gangguan pola makan.

Seseorang penderita anoreksia akan kehilangan selera makan, karena ingin tubuh yang kurus dan takut sekali mengalami kegemukan. Perasaan takut gemuklah yang menyebabkan menahan nafsu makan secara tidak wajar. Dia akan menjalani diet ketat, selalu menghitung kalori setiap hendak memakan sesuatu. Mengurangi takaran demi takaran yang pada akhirnya setiap hari hanya makan apel dan tomat saja, tidak lebih. Setiap kali melihat di cermin dia merasa terlalu gemuk.

Dalam buku itu aku juga mendapatkan cerita seorang model asal Brazil , Ana Carollina Reston, meninggal di usia 21 tahun akibat anoreksia. Semasa hidupnya makanan yang digemarinya cuma apel dan tomat. Ana yang bekerja untuk perancang ternama dunia, Giorgio Armani, memiliki tinggi 170 cm namun, beratnya cuma 38 kg. dia merupakan model kedua yang tewas karena membiarkan dirinya kelaparan. Akhirnya menderita gagal ginjal dan gangguan organ tubuh lainnya.

Kekonyolan-kekonyolan itu sering melanda gadis-gadis belia dan para wanita, karena ingin tampil langsing, cantik atau mengidamkan seorang model tertentu yang kurus. Mereka sangat membenci lemak-lemak ditubuhnya, sehingga akan memuntahkan kembali semua yang dimakannya. Padahal hal tersebut sengat berbahaya bagi lambung, ginjal dan jantung bahkan berakibat kematian…hiiiiii ngeri kan?????

Aku juga mendapatkan tujuh hal dalam hal seputar Diet sbb :

  1. Bahwa penurunan berat badan sebaiknya secara bertahap, dan bentuk tubuh ideal tidak bisa didapatkan secara instan.
  2. Makan secara sering dan dalam jumlah sedikit, jauh lebih baik dan berguna bagi penurunan berat badan dari pada makan cuma sehari sekali.
  3. Diet tanpa lemak sama sekali adalah hal yang tidak baik, karena tubuh Kita tetap membutuhkan sejumlah lemak.
  4. Diperlukan perubahan menyeluruh menuju pola makan dan pola hidup sehat.
  5. Tidak hanya olah raga keras saja yang akan menurunkan berat badan, bahkan hanya dengan berjalan cepat saja akan sangat membantu mengurangi berat badan.
  6. Semua produk dari tumbuhan tidak mengandung kolesterol, tetapi minyak sayuran tidak bebas lemak, maka konsumsi yang berlebihan berakibat bertambahnya asupan lemak dan kalori.
  7. Hanya dengan dukungan cinta dan juga penerimaan atas diri apa adanya, penderita anoreksia dapat sembuh sendiri jika dia memang berusaha untuk sembuh.

Akhirnya Aku sampai pada suatu kesimpulan bahwa Kecantikan luar hanya sementara dan sangat bersifat relatif. Lebih baik bila kita mengutamakan kecantikan hati dan memancarkan aura kebaikan. Sangatlah penting menerima diri kita dan juga orang lain sebagaimana apa adanya dengan penuh ketulusan dan cinta kasih.

Semoga ALLOH SENANTIASA MEMBERIKAN  PETUNJUK  KEPADA KITA, APA YANG TERBAIK  DAPAT KITA LAKUKAN DAN JUGA APA YANG JELEK DAPAT KITA TINGGALKAN, AMIN.


Oleh: Ruth | Januari 26, 2012

Dari Bandung Berharap Cantik dan Langsing

Rasa nya memang berat untuk memulai sesuatu. Seperti halnya untuk menulis di blog ini lagi. Namun seberat apapun toh kulakukan juga karena aku nggak tahu harus curhat kepada siapa hehehe… lebih bijaksana bila aku nggak terlalu banyak omong tentang kegiatanku selama dua hari di Bandung.

Tahun ini, Kantorku BPN Kota Salatiga mengadakan wisata ke Bandung bersama keluarga masing-masing, selama dua hari. Kami serombongan 3 bis berangkat dari Salatiga Hari Jumat Tanggal 20 Januari 2012 pukul 18.00 WIB. Sabtu pagi jam 6 kami sudah memasuki obyek wisata pertama yaitu Pemandian Air Hangat Sariater di Ciater, Jawa Barat.

Tanpa ragu-ragu kuceburkan seluruh tubuhku bersama seluruh pakaian yang melekat di tubuhku… seger. Aku suka banget berendan di kolam renang air hangat seperti itu. Jadi just for the reason aja klo hal itu aku lakukan karena harus menemani si bungsu Dik Abin. Sebetulnya aku yang lebih antusias nyebur dari pada Dik Abin sendiri..hehehe.

Aku berharap agar seluruh sel kulit matiku tergerus air belerang yang konon bisa berkhasiat menyembuhkan semua penyakit kulit… dan pastinya berharap kulitku jadi mulus..hiks tapi emang benar setelah keluar kolam dan mandi bilas.. rasanya walau tanpa scrab.. seluruh sel kulit matiku terangkat waktu aku menggosokkan sabun keseluruh permukaan kulit.

Selesai di Ciater, banyak penjual Strawbery, Rasbery dan Blue Bery (kecuali BlackBerry hehehe) pastinya aku beli banyak karena.. suka liat buah yang so charming itu. Sepanjang perjalanan ke Obyek wisata kedua Gunung Tangkuban Perahu.. aku buat camilan. Aku berharap mendapatkan banyak khasiat dari buah asem tersebut yang konon benyak mengandung antioksidan yang dapat memperlambat efek penuaan hehehe… maunya.

Anehnya di Tangkuban Perahu aku dapati Strawberry dan Rasberry yang manis nya nggak ketulungan. usut punya usut e… ternyata udah di rendem dengan air gula dulu ahhhhhhhh… apa sich di Negeri ini yang nggak dipalsukan??? semoga khasiatnya tetep ada, aku lahap aja pokoknya.

Di obyek ketiga Maribaya aku udah nggak konsent ke wisata lagi, karena ingat akan missi utamaku.. Kebetulan anak dan suami juga kecapek an sehingga pules di bis. Setelah penumpang lain keluar bis tanpa ragu-ragu aku berkompromi kepada guide dari travel biro tentang niatku untuk memisahkan diri dari rombongan begitu sampai di obyek ke-4 yaitu Cibaduyut di Kota Bandung. Aku bilang ke dia akan ke Bandung Super Mall (BSM) ada perlu, nanti aku langsung menuju ke hotel begitu acaraku selesai tanpa ikut makan malam bersama… sepanjang perjalanan ke Cibaduyut kenapa deg-deg an ya… hmmm..

Begitu rombongan tiba di Cibaduyut, aku jalankan semua rencanaku, yang tentunya keluargakupun sudah mengetahuinya. Mas Nunu Suamiku aku beri serentetan pesan, antara lain belikan Putri si Sulung sepatu jika ada yang cocok. Aku serahkan dik Abin ke gendongan suamiku. Aku bangunin dik Aci anak keduaku yang dari tadi pules. Setelah bersalaman dan cium pipi kanan kiri mas Nunu, aku segera mencari Taxi untuk meluncur ke BSM yang relatif dekat dari Cibaduyut.

Sesampainya di BSM waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, hujan rintik rintik menyambut langkahku. Aku bertanya kepada seorang satpam dimana letak Cafe EXELSO.. yang tentunya bukan ke situ tujuan utamaku namun di counter sampingnya. Ya Counter yang selama ini aku baca-baca promonya di koran, bahkan aku sudah buka websitenya, juga sudah bikin kencan dengan manajemennya untuk datang… “MARRIE FRANCE BODYLINE” .  Tempatnya para artis seperti Bunga Citra Lestari untuk merampingkan tubuhnya yang gendut setelah melahirkan, dan berhasil.

Saat aku liat web MFB, disitu ada menu chating dengan operatornya. Akhirnya saya di catat dan disarankan untuk mengikuti treatment nya. Dia bilang khusus bulan ini ada discount. Hari harga yang cukup tinggi, di discount menjadi 800 ribu rupiah, bagiku nilai tersebut masih terlalu tinggi, sehiggga bisa dikatakan bukan levelku sebenarnya, hehehe. Aku disambut oleh petugas front office, dan akhirnya disuruh masuk ke ruang konsultasi. Cewek berdarah Cina Bangka, berkulit putih mulus, ramah itu  langsung menerangkan seputar treatment yang akan dijalankan. Dia juga mengukur tubuhku, tinggi, berat, lingkar perut, lengan dan paha. Dia juga memberikan beberapa advice untuk mengatur pola makan dan olah raga. Aku masuk ke ruang treatment, dilakukan serangkaian proses dari pemijatan perut, masker emas 24 karat, disinari infra red sampai dengan pembalutan dengan perban dingin yang mengandung obat. Semua itu berfungsi untuk melarutkan lemak di perut dan kaki. Seluruh rangkaian treatment membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam. Setelah selesai akupun melihat tubuhku dari cermin, hmmm…ternyata perbedaannya secara fisik nggak nampak sama sekali…hehehe tapi kurasa aku jadi PD aja.. karena telah mengeluarkan kocek sebanyak itu dan masuk di lingkungan high class. Dengan naik taxi  aku ke hotel tempat rombongan menginap. Langsung anakku Putri berkomentar:  “kok nggak ada bedanya ma…”  menurutku juga begitu… ahh biarin aja, yang jelas sepulang dari MFB aku bertekat untuk memulai program diet tanpa malan gorengan, kurangin nasi… set up tiap pagi, jalan kaki , senam dua kali seminggu… tekad ku bulat untuk melangsingkan tubuh.
Hari kedua di Bandung full, wisata ke Trans Studio, yang potensi menguras kocek. Dari tiket masuk yang mahal sampai makanan yang dijual disitu… uhhhh… yang paling bikin jengkel dan emosi karena antrian dimana-mana selalu panjang. Waktu beli tiket, di wahana, di tempat makan sampai di toilet selalu antri. Belum lagi sistem pembayaran di dalam area Trans Studio, yang tidak menerima uang cash. Jadi harus menggunakan Kartu Debit yang selalu minta diisi ulang satiap kali habis. repooooot… hehehe.
Akhirnya sore hari rombongan pulang ke Solo. Sampai di Solo aku kembali merenungkan perjalananku ke Bandung, BENARKAH AKU JADI CANTIK DAN LANGSING????  HANYA ALLOH YANG TAHU, BERHASIL ATAU TIDAKNYA… YANG PASTI TEKADKU SUDAH BULAT UNTUK BERUSAHA MERAIH IMPIANKU ITU… SEMOGA ALLOH MERIDHOINYA… AMIN.
Oleh: Ruth | Oktober 7, 2009

Temperamen Keluargaku

TEMPERAMEN DASAR MANUSIA

Mungkin di antara kita ada yang belum tahu tentang temperamen dasar manusia yang ada empat klasifikasi, namun terkadang kita adalah segera campuran dari ke empat temperamen tersebut. Sebagai pengetahuan berikut ini akan saya sampaikan apa dan bagaimana keempat temperamen manusia tersebut. Dan bagi temen-temen yang kebetulan singgah dan membaca blog ku pasti akan tahu termasuk temperamen yang mana yang dimiliki .

SANGUINIS

    Seringkali disebut “popular” karena mereka adalah orang social, jenis yang anda inginkan hadir dalam setiap pesta. Moto mereka adalah : ”ayo kita lakukan dengan cara yang menyenangkan”. Kebutuhan-kebutuhannya bersifat sosial artinya mereka ingin dilihat, dihargai,dibenarkan,diterima dan bahkan dipuja. Dapat berbicara tentang apapun, kapanpun pada situasi apapun. Paling ramai dalam kelompok. Orang yang senyumnya paling Lebar. Nyaman ditengah orang banyak. Memiliki kepribadian yang riang, optimisme yang hampir naif, punya selera humor yang kuat dan kemampuan alamiah untuk bercerita.

    Kelemahan sanguinis adalah tidak begitu terorganisir, seringkali lupa naruh sesuatu dan nama temen-temennya. Punya kecenderungan melebih-lebihkan dan sukar untuk serius. Mudah bosan dan sangat jengkel kalau mendapatkan penolakan.

    KOLERIS YANG KUAT

      Koleris makan, tidur dan minum atas kekuasaan dan kendali. Mottonya : ”Ayo kita lakukan dengan caraku”. Yang paling disuka jika orang taat padanya, penghargaan atas prestasi dan rasa hormat pada kemampuan mereka. Cocok untuk menjadi pemimpin dan bisa membuat penilaian dengan cepat dan tepat. Kepercayaan diri mereka tinggi dan dalam hidup mereka tidak takut menyakiti perasaan  orang lain, sehingga cenderung tegas, mantab dan memerintah. Mereka suka berpetualang, pandai meyakinkan, berkemauan keras, suka bersaing, menyatakan pendapatnya secara terbuka, berani dan mandiri.

      Kelemahan Koleris suka main perintah, menguasai, tidak peka dan tidak sabaran. Mengharapkan kepatuhan segera dan antusias. Dapat menjadi sakit hati kalau penilaiannya dipertannyakan. Ketakutan yang hebat akan kehilangan kendali. Mereka cenderung tidak simpatik, tidak bisa menunjukkan kasih sayang, keras kepala, sombong, tidak toleran, mudah marah dan berdedikasi berlebihan pada pekerjaan.

      MELANKOLIS

        Motto nya adalah : ”Ayo kita lakukan dengan cara yang benar”. Melankolis banyak menghabiskan energi emosionalnya untuk melakukan sesuatu yang benar. Suka menikmati analisis yang mendalam. Hidup berdasarkan standar dan idial-idial yang tinggi. Terampil dalam menetapkan tujuan jangka panjang. Cenderung sangat teratur. Selain sangat analitis melankolis juga biasa penuh rasa hormat, sensitif, perencana yang baik, teratur rapi jujur, berbudaya,idealis, memikirkan orang lain, dan setia.

        Kelemahan melankolis : menghabiskan terlalu banyak waktu dalam persiapan dan terlalu banyak waktu mencemaskan semua kekacauan yang bisa terjadi.  Obsesi mereka dengan detail dan proses membuat mereka mudah depresi, dibebani hal-hal negatif. Sering curiga pada orang lain. Banyak merenung dan sangat sensitif.

        FLEGMATIS

          Mottonya adalah : ” ayo kita lakukan dengan cara yang mudah”. Flegmatis menghindari konflik. Mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk menjaga kedamaian dan menghindari konflik. Sangat hebat dalam memecahkan masalah secara objectif. Cenderung memiliki kepribadian yang seimbang dan menyenangkan. Wataknya tenang dan selalu baik-baik saja. Pandai menyesuaikan diri, sabar, suka menolong, ramah, pendengar yang baik. Flegmatis biasanya toleran dan diplomatis. Berusaha keras agar tidak menyinggung.

          Kelemahan flegmatis diakibatkan oleh sisi tenangnya : kurang antusiasme dan energi. Tidak mampu membuat keputusan. Babarapa punya kecenderungan untuk jadi pencemas. Terlalu santai mendekati malas.

          Sumber : The Real You by DR.Kevin Leman

          Oleh: Ruth | Agustus 25, 2009

          Perayaan Proklamasi Kemerdekaan RI

          MALAM TIRAKATAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA

          Tanggal 17 Agustus 1945, adalah hari yang paling bersejarah bagi Bangsa ini. Karena kita semua tahu, 64 tahun yang lalu Presiden Soekarno dan Wakilnya Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia.

          Sudah menjadi tradisi tahunan di seluruh lapisan masyarakat Indonesia, pada lapisan terbawah dari RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Kota/Kabupaten, Propinsi  sampai dengan Tingkat Negara Indonesia mengadakan malam tirakatan sebelum paginya mengadakan Upacara Bendera Detik-Detik Proklamasi.

          Sebelum malam tirakatan biasanya rangkaian lomba-lomba juga diadakan untuk kalangan anak-anak, Ibu-ibu bahkan Bapak-bapak. Macam perlombaannya pun beraneka ragam dari yang sifatnya ketangkasan, ketrampilan, olah raga atau bahkan cuma lucu-lucuan. Seperti yang terjadi di Kampung saya Perum Liga Asri Kampung Busukan Mojosongo Surakarta misalnya. Lomba yang digelar adalah Sepak bola dengan memakai daster (pakaian rumah ibu-ibu), Memecahkan Kantong Platik berisi air dengan mata tertutup, memasukkan pensil dalam botol.

          Pembagian hadiah lomba diadakan pada saat malam tirakan tersebut. Untuk rangkaian acara malam tirakatan di kampung saya, diawali dengan Pembukaan (Pidato-pidato) dirangkai dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Hening Cipta, Pemotongan Tumpeng, Doa, diteruskan dengan acara lain-lain yang diisi dengan pembagian hadiah Lomba, Makan malam bersama dan Karokean.

          Malam tirakatan biasanya diadakan pada tanggal 16 Agustus malam, jam delapan keatas, di sepanjang jalan kampung. Dengan beralaskan tikar semua warga kampung duduk melingkar. Walaupun tiupan angin malam sangat terasa namun hal itu tidak mengurangi semangat warga  bahkan menambah kekhidmatan acara tirakatan.

          Makna dari malam tirakatan adalah memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan YME karena kita sudah berada di alam kemerdekaan. Kita juga mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah merebut kemerdekaan, yang telah gugur mendahului kita. Lebih dari itu, kita bisa merenung bersama dan mengakrabkan diri dengan tetangga kita. Keceriaan dan kebahagiaan seluruh warga kampungpun terpancar dari wajah-wajah mereka.

          Jadi moment yang hanya setahun sekali itu terasa sangat bermanfaat dalam menggalang persatuan dan kesatuan menentukan langkah-langkah kegiatan apa yang akan dilakukan demi terwujudnya kesejahteraan dan keamanan serta kedamaian kampung. Dengan demikian bentuk kerja sama diantara warga masyarakat, dari komunitas terkecil yaitu RT yang terdiri dari keluarga- keluarga, walaupun sedikit namun hal tersebut sudah bisa dikatakan sebagai ”ikut andil” dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia . Karena dari kumpulan keluarga lah  Bangsa dan Negara Republik Indonesia  ini terbentuk.

          Oleh: Ruth | Juni 30, 2009

          SOLO BATIK CARNIVAL 2009

          Semarak Kemeriahan Karnaval Batik

          Pada hari Minggu, 28 Juni 2009 diadakan Solo Batik Carnival kedua, mulai jam 14.00. Route dari perempatan Purwosari hingga Balaikota Surakarta.  Jarak tempuh kira-kira 6,5 km di sepanjang jalan Slamet Riyadi, Kota Surakarta.

          Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Pemerintah Kota Surakarta, Pihak Swasta (Solo Central Point) dan masyarakat Kota Surakarta. Peserta Karnaval terdiri dari 300 orang baik anak-anak, remaja bahkan ibu-ibu.

          Acara ini merupakan salah satu dari 7 event Indonesia Creative yang dicanangkan oleh Menteri Perdagangan RI, Mari Elka Pangestu. Karnaval Bertujuan untuk mengangkat Solo sebagai Kota Batik. Sekaligus mengangkat pamor Kota Solo ke dunia Internasional.

          Karnaval yang bertema batik, untuk itu bahan baku yang digunakan peserta semuanya juga batik. Sedangkan tema utama pada tahun kedua ini Solo Batik Carnival adalah Topeng Tradisi. Beberapa jenis Topeng yang di gunakan  di antaranya :

          Panji, yaitu topeng halus yang menggambarkan seorang raja atau ratu dengan kehalusan dan kecantikannya.

          Kelana, yaitu topeng kesatria, ataupun raksasa yang menggambarkan amarah dan kemarahan dalam pertempuran.

          Gecul, yaitu topeng punakawan yang menggambarkan abdi dalam, dengan tingkah laku lucu dan wajah komedi.

          Disepanjang jalan utama jantung Kota Solo, masyarakat tumpah ruah mengelu-elukan karnaval. Masyarakat sangat antusias hingga tak heran mereka berdiri makin ke tengah-tengah jalan, hingga lebar jalan hanya tinggal sepertiga.

          Menurut pendapat saya Solo Batik Carnival tahun kedua ini kurang greget, pasalnya musik pengiring hanya audio elektronik (tape recorder), tanpa hadirnya gamelan asli. Sehingga kurang menampilkan citra budaya tradisional, bahkan tampaknya seperti karnaval di yang di adakan di Kota Rio De Janero, Brazil.

          Urut-urutan karnaval yang di awali Walikota dan Wakilnya yaitu pasangan Bapak Joko Wi – Rudy yang menunggang kuda. Dilanjutkan para wanita yang membawa beraneka ragam corak batik atau tepatnya Jarik (kain tradisional batik), namun tampaknya kurang bisa memperkenalkan kepada masyarakat, seharusnya masing-masing di eksposkan secara jelas disertai nama dari jarik tersebut.

          Namun tata rias dan rancangan kostum patut di beri acungan jempol, sebab kain batik yang selama ini hanya biasa kita gunakan untuk busana keseharian dan acara resmi, namun pada gelaran ini benar-benar jadi kostum pertunjukan yang mencengangkan, aneh, rumit tapi sekaligus mengagumkan.

          Akhirnya kita berharap agar  setiap tahun ada inovasi dan kreativitas baru sehingga masyarakat tidak bosan dan selalu mengelu-elukan kedatangannya. Sehingga Solo Batik Carnival akan benar-benar mampu mengangkat Citra Kota Solo, sejajar dengan kota-kota lain di seluruh dunia. Sekaligus bisa menjadi ajang sarana komunikasi dan promosi bagi para pelaku industri kerajinan batik dengan masyarakat (konsumen) yang akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.

          Oleh: Ruth | Juni 23, 2009

          OUTBOUND sangat penting…

          DSC03834

          Anak, bermain dan outbound

          Saat ini mungkin ada beberapa diantara kita sebagai orang tua yang lupa bahkan ada yang kaget kalau masa anak-anak adalah tetaplah bermain. Mungkin karena sudah terlalu disibukkan dengan persepsi yang baru bahwa mereka harus belajar dan belajar agar mendapatkan rangking yang bagus dan mendapatkan sekolah favorit. Disibukkan dengan keharusan untuk mengikuti les matematika, les piano, les bahasa asing,les balet dll.  Padahal tetaplah mereka adalah seorang anak yang sangat senang apabila diajak untuk bermain.

          Waktu bermain adalah waktu yang paling ditunggu dan dinanti oleh anak-anak kita.  Waktu bermain bagi anak-anak adalah semacam waktu terhebat yang membuatnya dapat menikmati kehidupan layaknya seorang seniman yang sedang berkarya, layaknya seorang penyanyi yang sedang menghayati setiap lagu yang dinyanyikannya, layaknya setiap pemain bola yang menikmati pertandingan terindahnya.  Apa jadinya kalau moment tersebut dilarang ? pastinya ada sebuah rasa kecewa yang mendalam.

          Outbound pada dasarnya juga merupakan dunia bermain.  Tetapi sebetulnya lebih pada bermain yang cerdas dan terencana.  Harapan lebih jauhnya pastinya ada kepuasan yang lebih dan manfaat yang nyata.  Jadi tidaklah mengheranan apabila saat ini outbound semakin hari semakin banyak peminatnya.  Baik dari kalangan orang kantoran hingga anak-anak taman bermain.  …….

          Sebetulnya outbound itu apa sich ? saat ini sebetulnya divinisi outbound adalah sudah sampai pada tahap “terserah” kepada masyarakat yang mengartikannya.  Ada sebagian masyarakat yang mengatakan outbound itu adalah identik dengan kegiatan flying fox saja, suatu kegiatan meluncur dengan mengunakan tali atau wire dari suatu tepat yang agak tinggi menuju ke tempat yang lebih rendah.  Ada juga yang mendefinisikan sebuah permainan di alam terbuka.  Jadi menurut mereka outbound itu haruslah di luar ruangan.  Ada juga yang mendifinisikan kalau outbound itu adalah sebuah sikap.  Sikap berpikir out off the box. Untuk difinisi yang terakhir ini outbound tidak harus di luar ruangan.  Didalam ruangan pun bisa asalkan ada suatu kegiatan yang mengarah kepada sikap tersebut.

          Kembali kepada para orang tua yang kaget kalau anak-anaknya sangat suka dengan kegiatan outbound di atas.  Sebetulnya memang tidak perlu kaget karena memang itulah dunia mereka. Mungkin hal itu dapat dijadikan semacam tanda pengingat bahwa kita sebagai orang tua sebaiknya lebih menggunakan pendekatan ”bermain” kepada para putra dan putrinya.  Maksud saya adalah bagaimana menciptaka suasana bermain, semangat bermain ketika berbicara, berdiskusi dengan sang anak bukan dengan pendekatan otoriter ala militer.  Sebagian orang tua saat ini kalau berbicara kepada anak sering sudah berbicara mengenai target yang sangat menakutkan.  Target prestasi, target juara kelas dll.  Sehingga baginya terkadang sekolah jauh-jauh hari sudah dianggap sebagai suatu tempat yang sangat tidak menyenangkan.  Suatu tempat yang menyiksa dan terpaksa.  Kalau akhirnya target juara itu akhirnya dapat tercapai, dia sepertinya biasa saja tetapi orang tuanya malah yang senangnya berlebihan dan kemudian melanjutkan untuk memberikan target prestasi selanjutnya.  Dunia anak baginya adalah semacam dunia yang sangat sibuk dengan tugas dan target pencapaian.  Padahal dengan pendekatan bermain yang menyenangkan jiwa dan raganya target itu tetap dapat dicapai dan pertumbuhan jiwanya juga akan lebih bagus.  Kepekaan sosialnya juga dapat tumbuh dengan subur, rasa kemanusiaannya juga muncul dengan lentur, dan tentunya menjadi manusia yang tidak egois juga akan hadir.

          Jaman memang semakin membawa kita kepada suasana yang jauh dari suasana bermain bagi anak-anak sekarang.  Jadi jangan heran apabila anak-anak saat ini sangat senang dan gembira apabila diajak untuk mengikuti outbound.  Dan sebagian kita sebagai orang tua dibuatnya kaget tapi senang. Iya kan ?

          Agoes susilo JP

          Kegiatan Outbound Menggalang Kekompakan

          Pada hari senin tanggal 15 Juni 2009, aku ngantar Aci anak keduaku Outbond pada acara  menjelang akhir tahun ajaran, kenaikan ke kelas 3. Outbound dilaksanakan di Pondok Amanah. Suatu obyek wisata alam yang berada di desa Matesih, Kabupaten Karanganyar di kaki Gunung Lawu. Kira-kira berjarak 60 km di sebelah timur Kota Solo. Perjalanan hanya ditempuh dalam waktu kira-kira 45 menit, dengan mengendarai bus.

          Ternyata sangat menyenangkan berada di kawasan Pondok Amanah. Karena hawanya sejuk, pemandangan sangat indah, karyawan-karyawatinya ramah-ramah, menu makanan juga lezat.

          Kegiatan outbound yang diikuti oleh anak-anak SD Muhamadiyah 2 Surakarta bertujuan untuk mengenalkan anak-anak dengan alam, melatih kedisiplinan, menanamkan jiwa kebersamaan dan juga menggalang kekompakan. Anak-anak sangat menikmati  kegiatan-demi kegiatan. Bahkan Aci, masih terbayang-bayang hingga sampai rumah. Dia merengek-rengek pingin outbound lagi. Kegiatan-kegiatan nya adalah sebagai berikut :

          Pengkondisian (S break)

          Pengkondisian dimaksudkan untuk menyiapkan fisik dan mental anak-anak peserta outbound. Peserta kumpul di lapangan untuk malaksanakan serangkaian kegiatan yaitu :  senam irama, membentuk kelompok-kelompok dengan nama hewan untuk cowok dan nama tumbuhan untuk cewek, permainan ketangkasan, bertepuk tangan , bernyanyi bergerak menirukan sesuatu dengan riang, tertawa, dan membuat yel-yel.

          Membuat Kue (Baker)

          Membuat kue selain untuk melatih ketrampilan membuat sendiri pizza, juga  untuk melatih kreatifitas dan ketelatenan. masing-masing diberikan satu paket : Adonan yang terdiri dari tepung terigu, Yist (ragi), susu bubuk, garam. Keju parut, sosis sapi, saos pizza. Saat pizza mentah siap dipanggang anak-anak di ajak melakukan kegiatan selanjutnya.

          Melihat Proses Produksi Kue

          Anak-anak di ajak melihat proses pembuatan kue, dari bahan mentah hingga pengepakan. Mereka diperkenalkan nama, jenis, fungsi dan cara kerja peralatan pembuatan kue. Macam-macam jenis kue yang diproduksi. Sehingga menambah wawasan bagi anak-anak.

          Memberi Makan Kambing

          Merupakan kegiatan yang mengasyikan bagi anak-anak. Mereka bisa melihat lebih dekat bahkan membelai kambing-kambing Etawa yang super. Tutor memberikan pengatahuan seputar kambing etawa, baik ciri2 fisik dan juga manfaat yang dapat dihasilkan.

          Memeras Susu Sapi

          Sapi-sapi yang dibudidayakan antara lain: sapi perah (warna hitam putih), sapi metal (warna hitam kelam), dan sapi Limosin (warna coklat putih) sapi termahal yang didatangkan dari Australia. Tutor mengajarkan cara-cara memerah susu yang baik dan benar. Anak-anak dipersilakan untuk mencoba, setelah mereka memahaminya. Anak-anak tampak sangat menghayati kegiatan ini.

          Memberi makan ikan

          Banyak sekali kolam-kolam budidaya ikan. Macam-macam jenis ikan seperti nila, mujair, kakap hingga musuh-musuhnya seperti kepiting. Berratus-ratus ikan di tiap kolamnya membuat anak2 takjub.

          Bermain Lumpur sambil menanam padi

          Kegiatan ini merupakan favorit bagi anak-anak. Sangat langka anak-anak menjumpai lumpur di lingkungan rumahnya, sehingga mereka antusias dengan berendam dan meluncur di sawah yang penuh lumpur. Mereka diajarkan cara menanam padi, tentunya dengan membungkuk dan berjalan mundur.

          Bermain Ketangkasan

          Masih di lahan penuh lumpur, mereka diajak bermain ketangkasan fisik seperti merayap di bawah tali kawat, melompat ban, naik tangga dan turun tangga. Mereka bergembira ria berlomba-lomba dengan teman-temennya.

          Bermain di Sungai

          Kegiatan ini paling menegangkan sekaligus juga mengasyikan. Pasalnya anak-anak harus menceburkan diri di sungai yang airnya cukup deras, jernih dan berbatuan besar, airnya cukup dingin karena di daerah pegunungan. Sehingga mereka menghanyutkan diri mengikuti arah air mengalir, sambil berteriak-teriak kegirangan. Moment itu juga digunakan untuk membersihkan lumpur yang melekat di seluruh pakaian anak-anak.

          Menangkap ikan

          Setelah puas bermain di sungai mereka menuju ke sebuah kolam dangkal yang dipenuhi banyak ikan seperti kakap, nila, mujaer. Anak-anak diberikan lomba menangkap ikan antar kelompok. Ikan yang tertangkap, siap di goreng untuk makan siang. Mereka berteriak-teriak ketika ikan yang berhasil terpegang justru malah melompat ke air lagi.

          Kegiatan Penutup

          Kegiatan penutup meliputi, anak-anak mandi ganti baju, menikmati santap siang, menikmati pizza hasil karyanya, dan juga diberikan permainan cerdas cermat tentang materi out bound yang telah dilaksanakan. Pada saat itu juga dibagikan hadiah bagi kelompok yang menang dalam permaian dan cerdas cermat.

          Older Posts »

          Kategori

          Ikuti

          Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.