Oleh: Ruth | April 18, 2009

Vegetarian Pilihan Hidup Saya??

Saat pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Kantor Pertanahan Kota Surakarta, aku mendapat ilmu baru. Pada pertemuan di kantor tempat aku bekerja itu, pembicara yang hadir memberi materi tentang Vegetarian. Bukan hanya materi, tapi juga praktek memasak menu makanan kaum Vegan, sebutan untuk mereka yang vegetarian.

Pembicara kali ini dari Keluarga Vegetarian Kaum Budhis Semarang, yaitu Ibu Luciana. Beliau hadir atas undangan ibu Hj Gemini Farida SH, yang seorang Jaksa, isteri Bapak Prasetyo Utomo SH, Kepala Seksi Sengketa Konflik Perkara, Kantor Pertanahan Kota Surakarta.

Kaum Vegan adalah mereka yang memiliki pola dan jenis makanan berbeda dengan masyarakat umum lainnya, yaitu hanya mengkonsumsi sayuran dan tidak mengkonsumsi telur, susu serta daging. Alasan utama kaum ini, karena makanan berbasis tumbuhan selain mudah dicerna oleh tubuh, mengandung protein nabati dan lebih ramah (tidak mengandung lemak jenuh), sehingga menyehatkan. Diet vegetarian bisa dikatakan sehat, ekonomis, ekologis, welas asih, mulia dan damai. Selain kesehatan, yang menjadi alasan lain adalah cinta kasih, spiritual dan kecantikan.

Menurut Ibu Luciana, setelah menjadi seorang Vegan, dia mendapatkan kebahagiaan lahir batin dan bisa mengembangkan sikap cinta kasih terhadap makhluk hidup lain. Secara spiritual, seorang Vegan akan mempunyai aura positif yang melingkupi tubuhnya.

Dari uraiannya, Ibu Luciana mengungkapkan bahwa makanan daging ikut menyebabkan global warming. Pasalnya, daging adalah komoditas penghasil Karbon. Penelitian menunjukkan, 1 kg daging dapat menghasilkan 36,4kg emisi karbondioksida. Pemeliharaan dan transportasi yang digunakan untuk menghasilkan sepotong daging sapi, kambing atau babi, membutuhkan energi dalam jumlah yang sama untuk menyalakan sebuah bola lampu 100 watt selama tiga minggu.

Selesai penyampaian materi yang disertai tanya jawab, Ibu Luciana mempraktekkan pembuatan beberapa menu makanan vegetarian. Seperti nasi goreng sayur, sup jamur, Chap cai, salat sayur dan bubur manado.

Semua makanan diolah secara hygienis, mudah, murah dan rendah bumbu. Hampir semua masakan tidak menggunakan bumbu seperti bawang merah, bawang putih, dan bumbu lain. Sebagai penyedap, digunakan Totole Mushroombouillon. Penyedap khusus vegetarian yang didatangkan dari Thaiwan itu terdiri dari bubuk jamur, tepung penguat rasa (E 621), garam, bubuk beras, gula, dan bubuk soya dekstrim.

Bahan utama yang digunakan sebagai pengganti daging yang memiliki tekstur kenyal, adalah Gluten (berbahan tepung), yang memiliki prosentase Protein berdasarkan berat sebanyak 70%.

Bagi aku pribadi, vegetarian sepertinya tidak bisa menjadi pilihan hidup. Masalahnya, aku masih ingin menikmati lezatnya telur, susu dan daging. Bagiku, makan turut andil dalam menyumbang rasa kebahagiaan dalam tubuh. Karena itulah, aku merasa belum siap mengorbankan kebahagiaan itu.

Namun, setelah dipikir-pikir, aku setuju dengan manfaat dan kemuliaannya. Tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti aku menjadi seorang vegetarian. Entahlah, hanya Alloh yang tahu…

Iklan

Responses

  1. Segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah Swt,
    adalah untuk dimanfaatkan oleh manusia sesuai dengan porsinya, yang penting memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Allah Swt.
    Segala sesuatu yang berlebihan pasti akan menimbulkan suatu reaksi yang berlebihan
    ini merupakan Hukum Sebab Akibat.
    Vegetarian atau tidak bukanlah suatu masalah kalau dimakan secukupnya.
    yang penting diusahakan makan yang halal.

  2. selamat juga blognya makin yahud. terus blog yang dulu masih dilanjutkan nggak Jeng.

  3. selamat buat blog nya…………..
    semoga tambah yahud ajaaaaaaaaaaaaa……


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: