Oleh: Ruth | Juni 23, 2009

OUTBOUND sangat penting…

DSC03834

Anak, bermain dan outbound

Saat ini mungkin ada beberapa diantara kita sebagai orang tua yang lupa bahkan ada yang kaget kalau masa anak-anak adalah tetaplah bermain. Mungkin karena sudah terlalu disibukkan dengan persepsi yang baru bahwa mereka harus belajar dan belajar agar mendapatkan rangking yang bagus dan mendapatkan sekolah favorit. Disibukkan dengan keharusan untuk mengikuti les matematika, les piano, les bahasa asing,les balet dll.  Padahal tetaplah mereka adalah seorang anak yang sangat senang apabila diajak untuk bermain.

Waktu bermain adalah waktu yang paling ditunggu dan dinanti oleh anak-anak kita.  Waktu bermain bagi anak-anak adalah semacam waktu terhebat yang membuatnya dapat menikmati kehidupan layaknya seorang seniman yang sedang berkarya, layaknya seorang penyanyi yang sedang menghayati setiap lagu yang dinyanyikannya, layaknya setiap pemain bola yang menikmati pertandingan terindahnya.  Apa jadinya kalau moment tersebut dilarang ? pastinya ada sebuah rasa kecewa yang mendalam.

Outbound pada dasarnya juga merupakan dunia bermain.  Tetapi sebetulnya lebih pada bermain yang cerdas dan terencana.  Harapan lebih jauhnya pastinya ada kepuasan yang lebih dan manfaat yang nyata.  Jadi tidaklah mengheranan apabila saat ini outbound semakin hari semakin banyak peminatnya.  Baik dari kalangan orang kantoran hingga anak-anak taman bermain.  …….

Sebetulnya outbound itu apa sich ? saat ini sebetulnya divinisi outbound adalah sudah sampai pada tahap “terserah” kepada masyarakat yang mengartikannya.  Ada sebagian masyarakat yang mengatakan outbound itu adalah identik dengan kegiatan flying fox saja, suatu kegiatan meluncur dengan mengunakan tali atau wire dari suatu tepat yang agak tinggi menuju ke tempat yang lebih rendah.  Ada juga yang mendefinisikan sebuah permainan di alam terbuka.  Jadi menurut mereka outbound itu haruslah di luar ruangan.  Ada juga yang mendifinisikan kalau outbound itu adalah sebuah sikap.  Sikap berpikir out off the box. Untuk difinisi yang terakhir ini outbound tidak harus di luar ruangan.  Didalam ruangan pun bisa asalkan ada suatu kegiatan yang mengarah kepada sikap tersebut.

Kembali kepada para orang tua yang kaget kalau anak-anaknya sangat suka dengan kegiatan outbound di atas.  Sebetulnya memang tidak perlu kaget karena memang itulah dunia mereka. Mungkin hal itu dapat dijadikan semacam tanda pengingat bahwa kita sebagai orang tua sebaiknya lebih menggunakan pendekatan ”bermain” kepada para putra dan putrinya.  Maksud saya adalah bagaimana menciptaka suasana bermain, semangat bermain ketika berbicara, berdiskusi dengan sang anak bukan dengan pendekatan otoriter ala militer.  Sebagian orang tua saat ini kalau berbicara kepada anak sering sudah berbicara mengenai target yang sangat menakutkan.  Target prestasi, target juara kelas dll.  Sehingga baginya terkadang sekolah jauh-jauh hari sudah dianggap sebagai suatu tempat yang sangat tidak menyenangkan.  Suatu tempat yang menyiksa dan terpaksa.  Kalau akhirnya target juara itu akhirnya dapat tercapai, dia sepertinya biasa saja tetapi orang tuanya malah yang senangnya berlebihan dan kemudian melanjutkan untuk memberikan target prestasi selanjutnya.  Dunia anak baginya adalah semacam dunia yang sangat sibuk dengan tugas dan target pencapaian.  Padahal dengan pendekatan bermain yang menyenangkan jiwa dan raganya target itu tetap dapat dicapai dan pertumbuhan jiwanya juga akan lebih bagus.  Kepekaan sosialnya juga dapat tumbuh dengan subur, rasa kemanusiaannya juga muncul dengan lentur, dan tentunya menjadi manusia yang tidak egois juga akan hadir.

Jaman memang semakin membawa kita kepada suasana yang jauh dari suasana bermain bagi anak-anak sekarang.  Jadi jangan heran apabila anak-anak saat ini sangat senang dan gembira apabila diajak untuk mengikuti outbound.  Dan sebagian kita sebagai orang tua dibuatnya kaget tapi senang. Iya kan ?

Agoes susilo JP

Kegiatan Outbound Menggalang Kekompakan

Pada hari senin tanggal 15 Juni 2009, aku ngantar Aci anak keduaku Outbond pada acara  menjelang akhir tahun ajaran, kenaikan ke kelas 3. Outbound dilaksanakan di Pondok Amanah. Suatu obyek wisata alam yang berada di desa Matesih, Kabupaten Karanganyar di kaki Gunung Lawu. Kira-kira berjarak 60 km di sebelah timur Kota Solo. Perjalanan hanya ditempuh dalam waktu kira-kira 45 menit, dengan mengendarai bus.

Ternyata sangat menyenangkan berada di kawasan Pondok Amanah. Karena hawanya sejuk, pemandangan sangat indah, karyawan-karyawatinya ramah-ramah, menu makanan juga lezat.

Kegiatan outbound yang diikuti oleh anak-anak SD Muhamadiyah 2 Surakarta bertujuan untuk mengenalkan anak-anak dengan alam, melatih kedisiplinan, menanamkan jiwa kebersamaan dan juga menggalang kekompakan. Anak-anak sangat menikmati  kegiatan-demi kegiatan. Bahkan Aci, masih terbayang-bayang hingga sampai rumah. Dia merengek-rengek pingin outbound lagi. Kegiatan-kegiatan nya adalah sebagai berikut :

Pengkondisian (S break)

Pengkondisian dimaksudkan untuk menyiapkan fisik dan mental anak-anak peserta outbound. Peserta kumpul di lapangan untuk malaksanakan serangkaian kegiatan yaitu :  senam irama, membentuk kelompok-kelompok dengan nama hewan untuk cowok dan nama tumbuhan untuk cewek, permainan ketangkasan, bertepuk tangan , bernyanyi bergerak menirukan sesuatu dengan riang, tertawa, dan membuat yel-yel.

Membuat Kue (Baker)

Membuat kue selain untuk melatih ketrampilan membuat sendiri pizza, juga  untuk melatih kreatifitas dan ketelatenan. masing-masing diberikan satu paket : Adonan yang terdiri dari tepung terigu, Yist (ragi), susu bubuk, garam. Keju parut, sosis sapi, saos pizza. Saat pizza mentah siap dipanggang anak-anak di ajak melakukan kegiatan selanjutnya.

Melihat Proses Produksi Kue

Anak-anak di ajak melihat proses pembuatan kue, dari bahan mentah hingga pengepakan. Mereka diperkenalkan nama, jenis, fungsi dan cara kerja peralatan pembuatan kue. Macam-macam jenis kue yang diproduksi. Sehingga menambah wawasan bagi anak-anak.

Memberi Makan Kambing

Merupakan kegiatan yang mengasyikan bagi anak-anak. Mereka bisa melihat lebih dekat bahkan membelai kambing-kambing Etawa yang super. Tutor memberikan pengatahuan seputar kambing etawa, baik ciri2 fisik dan juga manfaat yang dapat dihasilkan.

Memeras Susu Sapi

Sapi-sapi yang dibudidayakan antara lain: sapi perah (warna hitam putih), sapi metal (warna hitam kelam), dan sapi Limosin (warna coklat putih) sapi termahal yang didatangkan dari Australia. Tutor mengajarkan cara-cara memerah susu yang baik dan benar. Anak-anak dipersilakan untuk mencoba, setelah mereka memahaminya. Anak-anak tampak sangat menghayati kegiatan ini.

Memberi makan ikan

Banyak sekali kolam-kolam budidaya ikan. Macam-macam jenis ikan seperti nila, mujair, kakap hingga musuh-musuhnya seperti kepiting. Berratus-ratus ikan di tiap kolamnya membuat anak2 takjub.

Bermain Lumpur sambil menanam padi

Kegiatan ini merupakan favorit bagi anak-anak. Sangat langka anak-anak menjumpai lumpur di lingkungan rumahnya, sehingga mereka antusias dengan berendam dan meluncur di sawah yang penuh lumpur. Mereka diajarkan cara menanam padi, tentunya dengan membungkuk dan berjalan mundur.

Bermain Ketangkasan

Masih di lahan penuh lumpur, mereka diajak bermain ketangkasan fisik seperti merayap di bawah tali kawat, melompat ban, naik tangga dan turun tangga. Mereka bergembira ria berlomba-lomba dengan teman-temennya.

Bermain di Sungai

Kegiatan ini paling menegangkan sekaligus juga mengasyikan. Pasalnya anak-anak harus menceburkan diri di sungai yang airnya cukup deras, jernih dan berbatuan besar, airnya cukup dingin karena di daerah pegunungan. Sehingga mereka menghanyutkan diri mengikuti arah air mengalir, sambil berteriak-teriak kegirangan. Moment itu juga digunakan untuk membersihkan lumpur yang melekat di seluruh pakaian anak-anak.

Menangkap ikan

Setelah puas bermain di sungai mereka menuju ke sebuah kolam dangkal yang dipenuhi banyak ikan seperti kakap, nila, mujaer. Anak-anak diberikan lomba menangkap ikan antar kelompok. Ikan yang tertangkap, siap di goreng untuk makan siang. Mereka berteriak-teriak ketika ikan yang berhasil terpegang justru malah melompat ke air lagi.

Kegiatan Penutup

Kegiatan penutup meliputi, anak-anak mandi ganti baju, menikmati santap siang, menikmati pizza hasil karyanya, dan juga diberikan permainan cerdas cermat tentang materi out bound yang telah dilaksanakan. Pada saat itu juga dibagikan hadiah bagi kelompok yang menang dalam permaian dan cerdas cermat.

Iklan

Responses

  1. Tulisan yang menarik..kadang kita lupa …sebagai ortu selalu ingin anak-anak harus mengikuti keinginan kita…syukurlah dengan tulisan ini kita harap banyak ortu2 bisa lebih memahami anak2 nya…Sukses ya Mbak Ruthy

  2. mba bnr2 orang tua yg perhatikan ttg anakmya…
    outbond penting bgt tu buat nglatih mental anak..supaya g jdi penakut

  3. liburan ngajak anak2 outbond ya? rame dong…
    tambah bagus ya, tulisannya
    bravo

  4. klo outbound c, keren banget!!!! apalagi itu sebuah nilai positif. selain bisa menambah pengetahuan buat anak jg bisa melatih kreatifitas dan mengembangkan imajinasi anak ke arah positif.
    klo peran orang tua c, dianggap kurang/bukannya tidak ada kalau orang tua si anak adalah seorang karyawan. untuk itulah outbond jg dapat menjadi salah satu pengganti peran orang tua dalam membangun mental seorang.

  5. SEBAGAI ORG TUA SAYA SALUT PADA MBAK, TIDAK BANYAK ORG TUA YG PEDULI PADA ANAKNYA, UNTUK MEMBERIKAN SATU ARAHAN, MENDIDIK ANAK MENJADI ANAK YG MAMPU TUK DAPAT BERKREATIFITAS, MENGENAL LINKUNGAN, DAN LEBIH JAUH DR PADA ITU TUK MENDIDIK MENTAL SI ANAK, YANG SELAMA INI MEREKA LEBIH DI SIBUKKAN DENGAN PELAJARAN DI SEKOLAH, KURSUS2, YG MENBUAT KEJENUHAN PADA DIRI SI ANAK….SUKSES SLALU BUAT MBAK DAN KELUARGA.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: